Gunung Anak Krakatau Erupsi, Seberapa Besar Potensi Tsunami di Selat Sunda?
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi tsunami di sekitar Selat Sunda masih rendah setelah aktivi
PERISTIWA
JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S di wilayah perairan Indonesia, tepatnya di Samudra Hindia dekat Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (25/12/2025) pukul 01.00 WIB.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bibit siklon ini saat ini bergerak dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1008 hPa.
Sistem ini masih dalam tahap pembentukan, dengan peluang berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan masih rendah.Baca Juga:
"Keberadaan bibit siklon ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi perairan di sejumlah wilayah Indonesia," ujar Andri.
Faktor Penghambat dan Pendukung
Pembentukan sistem ini didukung oleh suhu permukaan laut yang hangat, yakni 29–30 derajat Celcius, serta perputaran udara di beberapa lapisan atmosfer.
Namun, pertumbuhan bibit siklon ini terhambat oleh wind shear vertikal yang cukup kuat dan masuknya udara kering di lapisan atmosfer menengah, sehingga siklon belum bisa berkembang optimal.
Potensi Dampak Gelombang Laut
Meski peluang berkembang rendah, BMKG memperingatkan masyarakat mengenai potensi dampak gelombang laut. Rincian prediksi tinggi gelombang:
1. Gelombang sedang (1,25–2,5 m):
- Perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta
- Perairan selatan Pulau Lombok hingga Pulau Timor Laut Sawu
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
2. Gelombang tinggi (2,5–4 m):
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi tsunami di sekitar Selat Sunda masih rendah setelah aktivi
PERISTIWA
KARO Kecelakaan lalu lintas ringan di Jalan KabanjaheTigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengungkap keberadaan tanaman yang didu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah gunung api di Indonesia mengalami erupsi pada hari yang sama. Hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 09.00 WIB, setidakn
PERISTIWA
JAKARTA Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan. Badan Meteorologi, Klimatolo
NASIONAL
JAKARTA Evaluasi terhadap kinerja kabinet menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai hal yang wajar. Eva
POLITIK
PEMATANGSIANTAR Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap Frandika Adi Wijaya Ginting, 32 tahun, karena diduga menjual n
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Dua pria di Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diamankan polisi setelah diduga mencuri se
HUKUM DAN KRIMINAL
BANTEN Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah status gunung api tersebut meningkat menjadi Level III atau Siag
PERISTIWA
JAKARTA Perum BULOG mengerahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak. Langkah ini dilakukan unt
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota Medan menggelar pasar murah di 13 kelurahan sebagai langkah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga se
EKONOMI