BREAKING NEWS
Selasa, 13 Januari 2026

Bupati Madina Ungkap 6 Desa Langganan Banjir Akan Direlokasi, Tapi Lahan Masih Kosong

Adelia Syafitri - Senin, 12 Januari 2026 21:50 WIB
Bupati Madina Ungkap 6 Desa Langganan Banjir Akan Direlokasi, Tapi Lahan Masih Kosong
Seluruh kepala daerah di Sumut menghadiri rapat koordinasi bersama Mendagri Tito Karnavian dan Kepala BNPB Suharyanto. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution, mengungkapkan bahwa enam desa di empat kecamatan akan direlokasi akibat langganan banjir tahunan.

Namun, hingga kini lahan untuk relokasi belum tersedia, sehingga realisasi program terhambat.

Baca Juga:
Menurut Saipullah, program bantuan dari pemerintah pusat memang menyiapkan dana untuk rumah rusak ringan, sedang, maupun berat.

Namun persoalan muncul ketika lahan untuk membangun hunian baru belum ada.

"Program dari pusat itu akan ada bantuan kepada rumah-rumah masyarakat yang rusak ringan, rusak sedang, rusak berat. Yang disebutkan hanya sejumlah uang, kalau itu digunakan untuk bangun rumah, terus tanahnya bagaimana?" kata Saipullah, Senin (12/1/2026).

Keenam desa yang akan direlokasi tersebar di empat kecamatan, termasuk tiga desa di Muara Batang Gadis, Batahan, Rantau Baek, dan desa di Siabu.

Menurut Bupati, desa-desa tersebut menjadi langganan banjir setiap tahun.Masalah lahan dan anggaran menjadi kendala utama.

"Kan kita kan di Madina dari peristiwa bencana ini ada 6 desa yang kita relokasi, 6 desa ini kan semua tanahnya belum ada, harus kita beli, uangnya dari mana," ujar Saipullah.

Mendengar hal itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan akan menggelar rapat khusus dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Menurut Tito, Kementerian ATR/BPN akan bertugas mencari lahan, sementara Kementerian PKP membangun hunian tetap.

"Nanti akan saya rapatkan khusus dengan Menteri PKP dan Menteri ATR/BPN. Kan ATR/BPN di Keppres tugasnya mencari lahan, kemudian Menteri PKP membangunkan rumahnya," tutur Tito Karnavian.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kunjungan Perdana Presiden Prabowo ke Ibu Kota Nusantara
Prabowo Semprot Bos BUMN Rugi: “Nggak Tahu Malu, Ndableg!”
Banjir Tinggalkan Dampak Besar, Pemkot Binjai Minta Dana Transfer Pusat Kembali
Optimalisasi PNBP Jaminan Fidusia, Kemenkum Bali Gelar Rapat Koordinasi Satgas
Tak Mampu Menahan Emosi, Prajurit TNI Bunuh Istri dan Dituntut Mati
Proses Hukum Mandek Lebih dari 1 Tahun, Korban Pengancaman di Bekasi Laporkan JPU ke Jaksa Agung
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru