Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan, "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi 35 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati karena gunung tertutup kabut."
PGA Marapi mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak memasuki radius 3 kilometer dari kawah.
Warga yang tinggal di lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak gunung juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan.
"Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar dingin, terutama mereka yang berada di kawasan lereng gunung," kata Rifandi.
Erupsi Gunung Marapi kali ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan warga dan pengelola wilayah sekitar gunung agar meminimalkan risiko terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.*
(ds/dh)
Editor
: Adam
Status Waspada: Marapi Kembali Erupsi, Masyarakat Lereng Gunung Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan