BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Misa Awal Tahun di Gunung Padang: Cahaya Malam dan Doa Lintas Iman Menyatu di Situs Megalitikum

gusWedha - Rabu, 14 Januari 2026 08:59 WIB
Misa Awal Tahun di Gunung Padang: Cahaya Malam dan Doa Lintas Iman Menyatu di Situs Megalitikum
Perayaan Misa Ekaristi Awal Tahun di Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, berlangsung khidmat meski diguyur hujan deras sejak pagi hingga sore, Senin (12/1/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CIANJUR – Perayaan Misa Ekaristi Awal Tahun di Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, berlangsung khidmat meski diguyur hujan deras sejak pagi hingga sore, Senin (12/1/2026).

Rombongan tiba di Teras 5, titik tertinggi Gunung Padang, tepat saat hujan mendadak reda, menambah suasana sakral yang tak terlupakan.

Misa dipimpin Romo Yos Bintoro, Wakil Uskup untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri, dan dihadiri sejumlah tokoh, termasuk pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya dan PWI Pusat, Brigjen TNI (Mar) F.J.H. Pardosi, serta praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo dan Maria Brida Nova.

Baca Juga:

Kegiatan turut didampingi Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, beserta tim juru pelihara Atma.

Sebelum pendakian, rombongan menjalani ritual pembasuhan tangan, wajah, dan kepala, serta meminum air dari mata air Gunung Padang.

Ritual ini melambangkan penyucian diri dan penghormatan terhadap situs purba yang telah menopang kehidupan manusia selama ribuan tahun.

Perjalanan menuju puncak dipenuhi pengalaman spiritual. Sejumlah peserta mencium aroma bunga lembut yang muncul tanpa sumber jelas.

Di Teras 1, percikan air misterius sempat mengenai tubuh beberapa peserta meski hujan telah berhenti, menambah kesan magis malam itu.

Puncak khidmat terjadi saat konsekrasi Ekaristi di Teras 5. Awan tebal tersibak, menyingkap cahaya malam dan menampakkan bintang-bintang serta planet Venus yang bersinar terang.

Romo Yos Bintoro menyebut perayaan tersebut sebagai doa lintas iman untuk Indonesia sekaligus pertobatan manusia atas kerusakan ekologis yang diakibatkan ulah manusia.

Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, menambahkan bahwa malam Selasa Kliwon memiliki makna khusus sebagai "malam cahaya," sejalan dengan filosofi Gunung Padang sebagai tempat terang.

Sementara Brigjen Pardosi mengaku merasakan ketenangan batin yang mendalam dan berharap doa yang dipanjatkan membawa kesadaran kolektif untuk menjaga alam dan bangsa.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemkab Tapteng Sosialisasikan Larangan Pembukaan Lahan Sawit di Kawasan Hutan
Anugerah Kebudayaan PWI 2026: Tiga Wali Kota dan Tujuh Bupati Raih Trofi Abyakta
Bertemu PWI Pusat, Ketua MPR Ahmad Muzani: Wartawan Itu Panggilan Nurani
Jelang Kongres IKWI 2026, IKWI DKI Jakarta Gelar Silaturahmi di Cisarua
Dorong Pemulihan Lingkungan, Wabup Simalungun Hadiri Penanaman 1 Juta Bibit Pohon GEKIRA di Taput
Warga Cipendawa Tolak Proyek Geotermal di Gunung Gede–Pangrango, Bisa “Mematikan” Pertanian dan Air Bersih
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru