Pangdam I/BB Mayjen Hendy Antariksa menyebut Desa Sigiring-Giring menjadi satu-satunya wilayah di Tapteng yang belum sepenuhnya terakses. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Saat ini, proses pemulihan tengah berjalan, termasuk pendistribusian logistik sebanyak 1,2 ton beras dan kebutuhan pokok lainnya.
"Proses rehabilitasi dan rekonstruksi sedang berjalan. Fokus kita saat ini adalah fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah yang terdampak bencana," kata Hendy saat ditemui di Pelabuhan Belawan, Medan, Minggu (18/1).
Hendy menambahkan, bantuan alat berat baru saja diterima dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) dan langsung dikirim ke Tapteng.
Bantuan meliputi empat ekskavator, aramco untuk pembangunan jembatan, dan alat untuk pembuatan sumur bor. Sejak bencana, sekitar 5.837 personel TNI dan Polri dikerahkan untuk mendukung penanganan di lapangan.
Targetnya, material sisa bencana berupa tanah dan kayu dapat dibersihkan sebelum Ramadan 2026.
Dengan demikian, masyarakat dapat kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan anak-anak.
"Harapannya, warga bisa kembali beraktivitas normal dan kehidupan sosial-ekonomi pulih pasca bencana," ujar Hendy.
Pemulihan Desa Sigiring-Giring menjadi bagian dari upaya pemerintah dan aparat keamanan dalam memastikan seluruh wilayah terdampak bencana di Sumut dapat diakses dan kehidupan masyarakat kembali normal.*
(ds/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Pemulihan Pasca Bencana di Tapteng: Alat Berat Baru Dikerahkan ke Desa Terisolasi