BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

BPBD Makassar: Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Utama Pencarian Pesawat ATR 42-500

Adam - Minggu, 18 Januari 2026 12:07 WIB
BPBD Makassar: Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Utama Pencarian Pesawat ATR 42-500
serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan di kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Kab Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Minggu 18/1/2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAKASSAROperasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan serius akibat kondisi cuaca ekstrem.

Kepala BPBD Makassar Fadli Tahir menyampaikan bahwa hujan deras disertai kabut tebal dengan jarak pandang hanya 5–10 meter menyulitkan upaya SAR.

Baca Juga:
"Kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam operasi ini," kata Fadli, Minggu (18/1).

Sejak hari pertama, BPBD Kota Makassar terlibat aktif dalam tim SAR gabungan, mendirikan posko pencarian, memetakan temuan, dan berkoordinasi lintas instansi.

Hingga pukul 07.46 WITA, tim menemukan serpihan awal berupa bagian jendela pesawat, diikuti bagian badan besar dan ekor pesawat beberapa menit kemudian.

Medan terjal dan berkabut membuat evakuasi membutuhkan peralatan khusus mountaineering dan climbing. Enam personel Kopasgat dikerahkan ke puncak Gunung Bulusaraung untuk memperluas pencarian dan mengamankan lokasi.

Hingga pukul 09.16 WITA, personel SAR yang berada di puncak terdiri dari unsur Kopasgat, Basarnas, BPBD Makassar, relawan Bosowa, TRC Tonasa, serta unsur Kehutanan.

BPBD Makassar mencatat, sejumlah serpihan tambahan, pakaian, dan potongan pesawat besar ditemukan di sisi utara titik koordinat utama.

Seluruh tim SAR tetap mengutamakan keselamatan personel dan terus melakukan pencarian.

"Kami berkomitmen mendukung penuh operasi SAR nasional, memastikan informasi akurat, terkoordinasi, dan transparan kepada publik melalui Posko Pencarian resmi," ujar Fadli.

Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 menjadi perhatian nasional, mengingat kondisi medan ekstrem dan cuaca yang membatasi akses, sekaligus menuntut koordinasi lintas instansi untuk keselamatan dan efektivitas proses evakuasi.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru