Polisi Tangkap Pria di Tapsel Saat Jual Sisik Trenggiling 4,7 Kilogram
TAPSEL Kepolisian Resor Tapanuli Selatan menangkap seorang pria berinisial RUN (33) saat diduga hendak memperjualbelikan sisik trenggili
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Pemerintah memastikan hak atas tanah masyarakat terdampak bencana di Sumatera tetap terlindungi meski sertifikat hilang atau rusak.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, Senin (19/1/2026), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Nusron, setiap jengkal tanah masyarakat yang terdampak banjir dan longsor akan dijamin oleh negara.Baca Juga:
"Dalam setiap peristiwa bencana, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kepastian status tanah bagi masyarakat. Kepastian ini bukan hanya untuk administrasi, tapi bentuk hadirnya negara melindungi hak rakyat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi paling rentan," ujar Nusron.
Kementerian ATR/BPN melakukan inventarisasi dan identifikasi tanah para korban. Tanah terdampak bencana dibagi menjadi dua kategori: tanah musnah dan tanah terdampak.
- Tanah musnah: tanah yang hilang akibat bencana. Pemerintah akan menerbitkan SK Penetapan Tanah Musnah sebagai bukti legalitas.
- Tanah terdampak tapi tidak musnah: pemerintah mendorong rekonstruksi dan reklamasi sesuai kondisi teknis di lapangan.
Bagi pemilik tanah yang sertifikatnya hilang atau rusak, Nusron menegaskan hak mereka tetap diakui. Sertifikat pengganti akan diterbitkan sesuai ketentuan hukum.
"Negara menjamin hak tersebut tetap diakui, sehingga masyarakat tidak kehilangan legalitas atas tanahnya," ujarnya.
Selain itu, Nusron melihat bencana sebagai momentum untuk mendorong pendaftaran tanah pertama kali bagi tanah yang belum terdaftar, sehingga masuk ke dalam sistem hukum pertanahan nasional.
Dalam menangani kerusakan infrastruktur, Kementerian ATR/BPN telah menyiapkan anggaran Rp 3,1 miliar untuk pelayanan sementara akibat empat kantor pertanahan yang terdampak di Sumatera, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
"Bencana ini menyebabkan beberapa kantor pertanahan terisolir. Anggaran ini digunakan untuk memastikan pelayanan pertanahan tetap berjalan bagi masyarakat," jelas Nusron.
Langkah-langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menjamin hak atas tanah rakyat tetap terlindungi, sekaligus memperkuat pelayanan publik pasca-bencana.*
TAPSEL Kepolisian Resor Tapanuli Selatan menangkap seorang pria berinisial RUN (33) saat diduga hendak memperjualbelikan sisik trenggili
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyoroti maraknya penyebaran informasi tidak terverifikasi di med
POLITIK
PEKANBARU Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau) bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan lanjut usia di Kecam
HUKUM DAN KRIMINAL
BIREUEN Pemerintah Aceh terus menguatkan kolaborasi dengan kalangan ulama sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis nilai keisla
PEMERINTAHAN
KENDARI Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari menetapkan seorang anggota TNI berinisial Sertu MB sebagai daftar pencarian oran
HUKUM DAN KRIMINAL
BADUNG Kantor Imigrasi Ngurah Rai mengamankan tiga warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus
HUKUM DAN KRIMINAL
PEKANBARU Terduga pelaku pembunuhan seorang ibu rumah tangga (IRT), Dumaris Boru Sitio (60), yang ditemukan tewas di rumahnya di Jalan K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia akan mengambil jalur kebijakan sendiri dalam m
EKONOMI
BANDUNG Polda Jawa Barat menetapkan enam pelajar sebagai tersangka dalam kericuhan aksi Hari Buruh (May Day) di kawasan Jalan Cikapayang,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku pernah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk meluruskan isu yang
POLITIK