BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Sempat Khawatir Terjadi Perang Dunia III, SBY Sebut WEF 2026 Davos Bawa Lima Kabar Baik bagi Dunia

Adam - Sabtu, 24 Januari 2026 20:52 WIB
Sempat Khawatir Terjadi Perang Dunia III, SBY Sebut WEF 2026 Davos Bawa Lima Kabar Baik bagi Dunia
Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. (foto: tangkapan layar yt Susilo Bambang Yudhoyono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menilai World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos-Klosters, Swiss, membawa sejumlah kabar baik di tengah situasi geopolitik global yang masih bergejolak.

Forum yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 itu mengusung tema A Spirit of Dialogue dan menjadi ruang pertemuan para pemimpin dunia untuk meredam eskalasi konflik internasional.

Menurut SBY, WEF 2026 memberikan harapan bahwa dunia tidak sedang melaju ke arah yang semakin berbahaya.

Baca Juga:

Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa hari setelah ia mengungkapkan kekhawatiran akan potensi krisis global, bahkan kemungkinan terjadinya Perang Dunia III, akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.

"Setelah saya ikuti, saya harus mengatakan ada sejumlah hal yang menurut saya memberikan harapan. So, a good news from Davos," kata SBY dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Sabtu, 24 Januari 2026.

Lima Kabar Baik dari Davos

SBY memetakan sedikitnya lima perkembangan yang ia nilai positif dari perhelatan WEF 2026.

Pertama, melunaknya sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait isu Greenland.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap sejumlah negara Eropa jika AS tidak diberi ruang untuk menguasai wilayah otonom Denmark tersebut.

Namun, pasca-pertemuan di Davos, Trump menyampaikan adanya kerangka kesepakatan masa depan mengenai Greenland bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

SBY menilai perubahan sikap ini sebagai bentuk deeskalasi yang membuka jalan diplomasi.

"Krisis Greenland yang sempat menimbulkan kekhawatiran besar kini terbuka untuk dibicarakan secara damai," ujar SBY.

Kabar baik kedua, menurut SBY, adalah munculnya sinyal positif menuju berakhirnya perang Rusia-Ukraina.

Ia menyoroti rencana pertemuan damai yang dimediasi Amerika Serikat dan dijadwalkan berlangsung di Uni Emirat Arab pada 23–24 Januari 2026.

Ketiga, SBY menilai potensi perang tarif global mereda.

Ancaman kenaikan tarif oleh Amerika Serikat terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya berpotensi memicu instabilitas ekonomi dunia kini ditarik kembali.

Keempat, pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian juga disebut SBY sebagai perkembangan yang patut dicermati.

Dewan ini diinisiasi Presiden AS Donald Trump sebagai salah satu mekanisme diplomasi perdamaian global, termasuk untuk isu Palestina.

Meski demikian, SBY mengaku belum ingin berkomentar lebih jauh dan menilai langkah Indonesia bergabung dalam forum tersebut telah melalui pertimbangan matang oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kabar baik kelima adalah kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto di WEF 2026.

Menurut SBY, partisipasi Indonesia dalam forum global tersebut sejalan dengan tradisi politik luar negeri bebas aktif yang telah dijalankan sejak era Presiden Soekarno.

"Ini saat yang kritis. Kehadiran presiden kita menunjukkan bahwa Indonesia ikut terlibat mencari solusi bagi persoalan dunia," kata SBY.

SBY berharap komitmen dan dialog yang muncul di WEF 2026 tidak berhenti sebagai wacana, melainkan diwujudkan dalam langkah nyata yang dapat menjaga stabilitas global.*


(tb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Kunjungan dari Inggris, Swiss, dan Prancis: Ini Hasil Kesepakatan yang Dibawa
Ribuan Pendamping Desa Sumut Ngadu ke Ijeck Usai “Dipecat” Sepihak, SK Perpanjangan Diduga Dicurangi
Dari Ajudan Jokowi ke Kadiv Humas Polri, Ini Profil Johnny Eddizon Isir
Resmi Bergabung Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump, Indonesia Diminta Pastikan Lindungi Warga Palestina
Menlu Jelaskan Alasan Presiden Prabowo Bawa Indonesia Bergabung dalam Board of Peace untuk Gaza
Nvidia hingga Amazon Tertarik Investasi di Indonesia, Dibahas di WEF 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru