BREAKING NEWS
Senin, 02 Februari 2026

Bahlil: Nuklir Bukan Lagi Wacana, Masuk Prioritas Energi Nasional

gusWedha - Kamis, 29 Januari 2026 18:34 WIB
Bahlil: Nuklir Bukan Lagi Wacana, Masuk Prioritas Energi Nasional
Salah satu langkah konkret pemerintah adalah mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk pemanfaatan tenaga nuklir. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk menempatkan energi sebagai sektor strategis pembangunan nasional.

Selain swasembada pangan, swasembada energi menjadi pilar utama dalam agenda pembangunan, termasuk melalui pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber listrik andal dan berkelanjutan.

Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia menyampaikan, arah kebijakan energi Presiden Prabowo dibangun secara terstruktur melalui roadmap nasional yang disusun bersama DEN.

Baca Juga:

"Salah satu program prioritas Bapak Presiden adalah kedaulatan energi, ketahanan energi, dan swasembada energi," ujar Bahlil usai dilantik sebagai Ketua Harian DEN periode 2026–2030 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Bahlil menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Salah satu langkah konkret pemerintah adalah mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk pemanfaatan tenaga nuklir.

"Roadmap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sudah rampung. Saat ini, pemerintah fokus mematangkan kerja sama internasional dan menyelesaikan payung hukum berupa Peraturan Presiden," ujar Bahlil.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, proyek PLTN Thorcon 500 di Pulau Kelasa, Kabupaten Bangka Tengah, mulai menunjukkan perkembangan nyata.

Dirancang berkapasitas 500 MW (2 x 250 MW), proyek ini menggunakan reaktor garam cair (Molten Salt Reactor/MSR) dengan fleksibilitas bahan bakar termasuk potensi thorium, mineral strategis yang melimpah di Indonesia.

Pendekatan konstruksi Thorcon berbasis manufaktur galangan kapal memungkinkan pembangunan cepat dengan risiko lebih rendah dan biaya terkontrol.

Selain itu, kehadiran PLTN menjadi solusi pembangkit baseload andal di tengah pertumbuhan permintaan listrik dan target Net Zero Emission.

Bahlil menekankan, energi nuklir kini diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan mewujudkan kedaulatan energi nasional.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bahlil Targetkan 2029 Tak Ada Desa Gelap, Pemasangan PLTS Dipacu di Pulau Terpencil
700 Peserta Ramaikan Pemoeda Fun Run Pangkalpinang, Thorcon Kenalkan PLTN ke Generasi Muda
Belum Ada AMDAL? Ini Penjelasan PT Thorcon soal Tahapan Perizinan PLTN
Nuklir dan Masa Depan Pendidikan Sains Indonesia
Dari Fisika ke Kehidupan, Mengapa Energi Nuklir Layak Dipercaya
Energi Hijau dan Peluang Kerja: Menempatkan PLTN dalam Arus Utama Transisi Energi Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru