Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia menyampaikan, arah kebijakan energi Presiden Prabowo dibangun secara terstruktur melalui roadmap nasional yang disusun bersama DEN.
"Salah satu program prioritas Bapak Presiden adalah kedaulatan energi, ketahanan energi, dan swasembada energi," ujar Bahlil usai dilantik sebagai Ketua Harian DEN periode 2026–2030 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Bahlil menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Salah satu langkah konkret pemerintah adalah mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk pemanfaatan tenaga nuklir.
"Roadmap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sudah rampung. Saat ini, pemerintah fokus mematangkan kerja sama internasional dan menyelesaikan payung hukum berupa Peraturan Presiden," ujar Bahlil.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, proyek PLTN Thorcon 500 di Pulau Kelasa, Kabupaten Bangka Tengah, mulai menunjukkan perkembangan nyata.
Dirancang berkapasitas 500 MW (2 x 250 MW), proyek ini menggunakan reaktor garam cair (Molten Salt Reactor/MSR) dengan fleksibilitas bahan bakar termasuk potensi thorium, mineral strategis yang melimpah di Indonesia.
Pendekatan konstruksi Thorcon berbasis manufaktur galangan kapal memungkinkan pembangunan cepat dengan risiko lebih rendah dan biaya terkontrol.
Selain itu, kehadiran PLTN menjadi solusi pembangkit baseload andal di tengah pertumbuhan permintaan listrik dan target Net Zero Emission.
Bahlil menekankan, energi nuklir kini diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan mewujudkan kedaulatan energi nasional.
"Ini menandai babak baru perjalanan energi Indonesia. Nuklir tidak lagi sekadar wacana, tetapi menjadi bagian nyata dari pembangunan berkelanjutan," ujarnya.*
(dh)
Editor
: Adam
Bahlil: Nuklir Bukan Lagi Wacana, Masuk Prioritas Energi Nasional