BREAKING NEWS
Selasa, 31 Maret 2026

Kepala BNPB: Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu Utama Bencana di Indonesia

Adam - Selasa, 03 Februari 2026 17:07 WIB
Kepala BNPB: Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu Utama Bencana di Indonesia
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto. (foto: BNBP Indonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan sejumlah wilayah di Indonesia rentan terhadap bencana karena alih fungsi lahan.

Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Suharyanto menjelaskan, meskipun dari 2021 hingga 2023 terjadi penurunan signifikan jumlah bencana, tren ini meningkat pada 2024 akibat peristiwa yang sulit diprediksi, seperti letusan Gunung Lewotobi Laki-laki dan banjir galodo di Sumatera Barat.

Baca Juga:

Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang cukup besar.


"Dampak bencana pada 25-26 November 2025 di tiga provinsi Sumatera meningkat drastis, sehingga jumlah korban dan kerusakan melampaui tiga tahun sebelumnya," ungkap Suharyanto.

Ia menekankan, selain faktor cuaca ekstrem, meningkatnya kerentanan lingkungan akibat alih fungsi lahan turut menjadi penyebab utama bencana.

Menurut Suharyanto, banyak wilayah kini menurun daya dukung dan daya tahan lingkungannya, sehingga rawan menghadapi bencana.

"Kami mencatat bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, masih mendominasi di Indonesia. Ini menjadi prioritas penanganan yang harus diperhatikan secara serius," katanya.

Berdasarkan data BNPB, sepanjang 2025 tercatat 2.009 kejadian bencana hidrometeorologi basah. Dari jumlah itu, 1.353 orang meninggal dunia dan 183 orang hilang.

Secara khusus, 330 peristiwa longsor menelan 237 korban meninggal dan 31 hilang.


Suharyanto menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menanggulangi bencana, termasuk mitigasi risiko di daerah rawan longsor dan pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan.

"Ini perlu kami sampaikan agar ke depan, menghadapi bencana longsor menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak," ujarnya.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Antisipasi Banjir, Pemprov Sumut Mulai 2026 Bangun Tanggul Permanen Sungai Batang Serangan
Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga, Pemkab Humbahas Bergerak Cepat
Update Terkini Bencana Sumatera: 1.204 Meninggal, 140 Masih Hilang
Warga Kali Pasir Terpaksa Menyebrangi Sungai, Presiden Minta Pemprov Lampung Tindak Cepat
Tapteng Masuki Fase Transisi Pascabencana, ASN Dikerahkan Gotong-Royong Bersihkan Pemukiman
Semua Korban Longsor Pasirlangu Cisarua Bandung Barat Ditemukan, Tim SAR Evakuasi 80 Kantong Jenazah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru