Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Suyudi Ario Seto, dalam rapat kerja di Gedung DPR, Senayan, Selasa (3/2/2026). (foto: tangkapan layar yt TVR PARLEMEN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Suyudi Ario Seto, dicecar anggota Komisi III DPR terkait maraknya penyalahgunaan Whip Pink, gas tertawa berwarna pink yang viral di media sosial, dalam rapat kerja di Gedung DPR, Senayan, Selasa (3/2/2026).
Sejumlah anggota dewan mempertanyakan tren whip pink yang kerap dikaitkan dengan kematian salah satu selebgram beberapa waktu lalu.
Selain itu, gas ini banyak digunakan remaja untuk euforia sesaat.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB, Abdullah, menyoroti ragam narkoba yang beredar di kalangan anak muda.
Menurut Abdullah, tren whip pink cukup unik karena pada tabungnya tercantum label "halal", sehingga awalnya dianggap aman.
"Ada cerita lucu, teman-teman bertanya ke anak-anak ini apa? Katanya buat praktikum bikin kue. Ternyata whip pink memang untuk bikin kue, gas ketawa, tapi baru viral sekarang," ujar Abdullah.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menyoroti kemampuan BNN dalam mendeteksi bahaya gas ini.
Ia menyebut bahwa tren penggunaan whip pink kini semakin mengkhawatirkan, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
"Tabung ini kayaknya lebih ngetren di kalangan remaja. Jadi yang begini-begini nih, remaja bermain, dan semakin di daerah semakin gila, Pak," kata Habib.
Ia meminta agar BNN menindak tegas penyalahgunaan whip pink sesuai peraturan dan undang-undang.
Rikwanto, anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, menambahkan pertanyaan seputar kandungan gas N2O dalam whip pink.
Ia menyoroti perbandingan dengan lem Aibon, yang populer di kalangan masyarakat kelas bawah, sementara whip pink lebih banyak dikonsumsi kelas menengah atas karena harga lebih tinggi.