AHY Pastikan Sekolah Rakyat di Medan Siap Beroperasi Pertengahan Juli 2026
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
BADUNG — Video yang menampilkan anggota DPRD Kabupaten Badung, Bali, Bima Nata, tengah menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai persoalan sampah di pantai Bali, viral di media sosial.
Sikap Bima dalam video tersebut menuai kritik publik karena dinilai tidak pantas dan mencerminkan arogansi pejabat publik.
Dalam video yang beredar luas sejak awal pekan ini, Bima terlihat mengenakan celana pendek, mengangkat kaki, sambil berbincang melalui telepon dengan ayahnya yang diketahui menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali.Baca Juga:
Gestur itu muncul saat ia menanggapi sorotan Presiden terhadap penanganan sampah di Bali yang dinilai buruk dan berdampak pada citra pariwisata nasional.
Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan teguran keras dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri pada Senin, 2 Februari 2026.
Teguran tersebut disampaikan setelah Presiden menerima keluhan dari pejabat Korea Selatan terkait kondisi pantai Bali yang dipenuhi sampah, terutama pada Desember 2025.
"Ini real. Bali bulan Desember 2025, pantainya penuh sampah. Bagaimana turis mau datang kalau yang dilihat seperti itu?" kata Prabowo di hadapan para kepala daerah.
Teguran itu segera ditindaklanjuti di lapangan.
Sehari setelah rapat, Selasa, 3 Februari 2026, aksi bersih-bersih besar-besaran digelar di Pantai Kuta oleh masyarakat bersama aparat TNI dan Polri.
Video kegiatan tersebut diunggah akun resmi Kelurahan Kuta dan menunjukkan keterlibatan lintas sektor.
Gubernur Bali Wayan Koster juga menyatakan telah melakukan koordinasi cepat dengan Bupati Badung, Pangdam, Kapolda, hingga Danrem, serta membentuk satuan tugas khusus penanganan sampah di kawasan Pantai Kuta.
Namun, sikap Bima Nata dalam video yang viral dinilai kontras dengan langkah-langkah tersebut.
Sejumlah warganet menilai responsnya terkesan meremehkan pesan Presiden dan tidak mencerminkan empati atas persoalan lingkungan yang berulang kali dikeluhkan warga dan wisatawan.
Komentar kritik membanjiri media sosial.
Sebagian mempertanyakan kontribusi Bima sebagai anggota DPRD dalam fungsi pengawasan dan penganggaran terkait pengelolaan sampah di Badung.
Kritik juga diarahkan pada etika pejabat publik dalam menyikapi teguran kepala negara.
Hingga berita ini diturunkan, Bima Nata belum memberikan pernyataan resmi untuk menanggapi polemik tersebut.
Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi dari yang bersangkutan maupun DPRD Kabupaten Badung.*
(ad)
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
LANGKAT Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memikul mesin outdoor AC sambil berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer viral d
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) guna memp
EKONOMI
JAKARTA Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi Program Sekolah Rakyat mendapat perhatian da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan sebuah amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah pengamanan di Papua secara terukur menyu
NASIONAL
JAKARTA Praktisi agraria sekaligus mantan pejabat senior Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Bud
NASIONAL
KEPULAUAN SERIBU PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehab
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menerima penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Yayasan Lembaga Bantuan HukumKeadilan Indonesia (YLBH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembang
PENDIDIKAN