BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Puan Maharani: Negara Tak Boleh Biarkan Anak Hilang Nyawa karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Adelia Syafitri - Rabu, 04 Februari 2026 19:22 WIB
Puan Maharani: Negara Tak Boleh Biarkan Anak Hilang Nyawa karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (foto: puanmaharaniri/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa negara tidak boleh lagi membiarkan anak-anak Indonesia kehilangan nyawa hanya karena tekanan ekonomi.

Pernyataan ini disampaikan Puan menanggapi kasus tragis seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah.

"Jangan sampai ada nyawa generasi muda Indonesia yang hilang lagi, hanya karena merasa tertekan karena tidak mampu membeli buku dan pulpen," ujar Puan, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga:

Puan menilai peristiwa tersebut merupakan tragedi yang memilukan sekaligus teguran keras bagi negara dalam memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi.

Menurutnya, kebijakan sekolah gratis saja tidak cukup.

Program pendidikan perlu didukung dengan bantuan buku, alat tulis, dan kebutuhan penunjang lain agar semua anak dapat belajar dengan layak.

"Program-program pendidikan, terutama beasiswa dan bantuan pendidikan, harus bisa mengatasi persoalan ini," kata Puan.

Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam mengenali kondisi sosial ekonomi peserta didik sehingga anak tidak merasa terbebani secara psikologis.

Selain pendidikan, Puan menyoroti persoalan kemiskinan struktural. Ia mendorong pemerintah untuk memperluas jangkauan program bantuan sosial hingga ke daerah-daerah.

"Kasus ini muncul karena kemiskinan. Negara harus menghilangkan akar masalah kemiskinan," tegasnya.

Puan menambahkan, kesehatan mental anak juga harus menjadi perhatian penting di sekolah.

Peristiwa di Ngada menjadi pengingat bahwa psikologi anak berpengaruh terhadap karakter dan keputusan mereka.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua MWA USK Satukan Tangan Rektor Lama dan Rektor Terpilih, Simbol Sinergi Pendidikan Aceh
Gubernur NTT Ungkap Penyebab Keluarga Bocah SD Ngada Tak Terima Bansos: Masalah Administrasi Kependudukan
Bocah SD di Ngada Tewas Akhiri Hidup, Cak Imin: Saya Minta Semuanya Terbuka
Cak Imin: PKB Yakin Prabowo Sukses Memimpin, Bahkan Untuk 10 Tahun Mendatang
Universitas Aufa Royhan Dorong Siswa SMA/SMK Lanjutkan Pendidikan Tinggi Lewat Promosi Sekolah, Kenalkan Program Studi dan Peluang Karier
Nias Selatan Perkuat Konektivitas Laut, Bus Air Ro-Ro KMP Hafamati Resmi Beroperasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru