BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Kepergian Agus Widjojo, Figur Militer yang Menjunjung Profesionalisme dan Supremasi Sipil

gusWedha - Senin, 09 Februari 2026 23:03 WIB
Kepergian Agus Widjojo, Figur Militer yang Menjunjung Profesionalisme dan Supremasi Sipil
Alm. Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTAIndonesia berduka atas berpulangnya Jenderal (Purn.) Agus Widjojo pada Minggu malam, 8 Februari 2026.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyampaikan duka cita mendalam dan mengenang almarhum sebagai sosok pemikir strategis bangsa yang berintegritas.

Prof. Didik menilai Agus Widjojo sebagai jenderal intelektual langka yang fasih dalam ranah politik dan militer.

Baca Juga:

Kedekatan keduanya dimulai sejak awal 1990-an, saat bersama-sama menyusun Seminar Angkatan Darat II di Bandung, sebuah momentum penting bagi perubahan internal TNI.

"Almarhum sangat konsisten mendorong profesionalisme militer dan supremasi sipil. Ia adalah arsitek intelektual yang mengakhiri era Dwifungsi ABRI pada masa transisi reformasi," kata Prof. Didik.

Selama menjabat sebagai Gubernur Lemhannas RI, Agus Widjojo menjadikan lembaga tersebut sebagai dapur pemikiran strategis negara.

Ia dikenal mampu menjembatani dialog yang sehat antara kalangan militer dan sipil, dengan gaya komunikasi santun dan bernas.

Menurut Prof. Didik, Agus Widjojo meyakini bahwa keterlibatan militer dalam politik praktis hanya melemahkan profesionalisme TNI.

"Militer yang kuat lahir dari sistem demokrasi yang sehat, bukan kekuasaan pragmatis," ujarnya. Almarhum juga menekankan bahwa militer harus tunduk pada konstitusi dan hukum, sementara kekuasaan politik berada di tangan sipil yang dipilih secara demokratis.

Kepergian Agus Widjojo meninggalkan ruang kosong bagi jajaran perwira intelektual Indonesia.

Prof. Didik menyejajarkan almarhum dengan tokoh-tokoh besar seperti Sajidiman Suryohadiprodjo dan Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus menyoroti sulitnya menemukan generasi perwira dengan kapasitas intelektual sekomprehensif Agus Widjojo saat ini.

"Indonesia kehilangan seorang pemikir strategis yang mendedikasikan hidupnya menyeimbangkan peran masyarakat madani dalam kerangka trias politika," pungkas Prof. Didik.*

(dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkum Akui Pengelolaan Royalti di Indonesia Amburadul, Banyak Hak Musisi Tak Dibayarkan Penuh
RI Memiliki Harta Karun Rare Earth, Namun Banyak Negara Enggan Kerja Sama Pengembangan Teknologi
Hari Pers Nasional 2026: Maruli Siahaan Tekankan Peran Pers sebagai Pengawal Nurani Publik
Istana Terima Undangan Board of Peace AS, Kehadiran Presiden Prabowo Masih Ditunggu untuk Penandatanganan Kesepakatan Dagang
Bupati Simalungun Pimpin ASN Bersih-bersih Usai Apel Pagi, Dorong Budaya Lingkungan Sehat dan Indonesia ASRI
Bupati Simalungun dan Forkopimda Sambut Wagubsu di Parapat, Pencanangan Gerakan Indonesia ASRI Jadi Momentum Lingkungan Bersih dan Sehat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru