BREAKING NEWS
Jumat, 22 Mei 2026

Kasus Trauma Psikologis Anak Usai Dikeluarkan dari Sekolah: Pemeriksaan Psikologi Ungkap Gejala PTSD pada Siswi SD Sorong

S. Erfan Nurali - Selasa, 10 Februari 2026 20:58 WIB
Kasus Trauma Psikologis Anak Usai Dikeluarkan dari Sekolah: Pemeriksaan Psikologi Ungkap Gejala PTSD pada Siswi SD Sorong
Surat Keterangan Polisi. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SORONG — Seorang siswi sekolah dasar di Kota Sorong, Papua Barat Daya, berinisial MKA (9), diduga mengalami gangguan psikologis serius setelah diberhentikan dari sekolahnya pada pertengahan 2025.

Dugaan tersebut mengemuka setelah hasil pemeriksaan psikologi menyimpulkan adanya gejala Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang dialami anak tersebut.

Berdasarkan laporan pemeriksaan psikologis tertanggal Oktober 2025, MKA menunjukkan respons emosional yang kuat ketika mengingat peristiwa pemberhentian dari sekolah lamanya.

Baca Juga:

Dalam asesmen yang dilakukan melalui observasi dan wawancara, psikolog mencatat anak sering menangis, merasa malu, sedih, serta mengalami ingatan intrusif yang berulang terkait pengalaman tersebut.

Peristiwa bermula ketika MKA diberhentikan dari sekolahnya melalui surat resmi pada Juni 2025.

Saat itu, keluarga MKA sedang berada di luar daerah untuk keperluan pengobatan anggota keluarga. Orang tua mengaku telah menyampaikan pemberitahuan dan permohonan izin kepada pihak sekolah, termasuk harapan agar anak dapat mengikuti ujian susulan.

Namun, sekolah justru mengeluarkan surat peringatan bertahap hingga keputusan pemberhentian.

Dalam wawancara psikologis, MKA mengaku mengalami penolakan sosial setelah keputusan tersebut.

Ia merasa dijauhi oleh sebagian teman dan guru, baik secara langsung maupun melalui interaksi daring. Pengalaman ditegur di depan umum oleh guru juga disebut meninggalkan rasa malu mendalam.

Psikolog pemeriksa menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut berdampak signifikan terhadap kondisi emosi dan perilaku anak.

"Anak masih sering menceritakan kejadian itu hampir setiap hari, disertai perasaan sedih, marah, dan menangis. Ini menunjukkan adanya gejala trauma psikologis," demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Saat ini, MKA telah berpindah sekolah dan mulai beradaptasi di lingkungan pendidikan baru.

Meski demikian, proses pemulihan psikologis masih berlangsung. Psikolog merekomendasikan dukungan emosional berkelanjutan dari keluarga, lingkungan sekolah yang aman, serta pola hidup sehat untuk membantu pemulihan anak.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kepentingan terbaik anak dalam pengambilan keputusan di lingkungan pendidikan.

Pengamat pendidikan menilai, sanksi administratif terhadap peserta didik seharusnya mempertimbangkan kondisi psikologis dan situasi keluarga, terutama ketika menyangkut anak usia sekolah dasar.*

(dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dorong Pembangunan Berkualitas, Bupati Darma Wijaya Sambut Masukan Konstruktif dari LSM Garda Rakyat Nusantara
Dorong Digitalisasi, Pemkab Batu Bara Ikuti Rakorwil P2DD 2026 Secara Daring
Pemkab Samosir Dorong Perumda Tirtanadi Perbaiki Kualitas Air Bersih di Tengah Pertumbuhan Pariwisata Danau Toba
Pemkab Deli Serdang Kembali Bersengketa Lahan dengan Warga Tanjung Garbus I
Pemkab Deli Serdang Kembali Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung Sultan Thaf, Dorong Semangat Kebersamaan Ramadan 1447 H
Grebeg Sampah di Pulau Tidung Kecil: Sinergi TNI, Polri, dan Pemda Dorong Pelestarian Lingkungan Pesisir
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Dor! Dor!

Dor! Dor!

Oleh Dahlan IskanDOR!Mungkin tidak ada yang tewas oleh tembakan Presiden Prabowo di sidang pleno DPR kemarin. Tapi yang terluka pasti banya

OPINI