BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Kemnaker Gelar Pelatihan Vokasi Ramah Inklusif di Padang, Penyandang Disabilitas dan Lansia Siap Bersaing di Dunia Kerja

Raman Krisna - Jumat, 13 Februari 2026 10:19 WIB
Kemnaker Gelar Pelatihan Vokasi Ramah Inklusif di Padang, Penyandang Disabilitas dan Lansia Siap Bersaing di Dunia Kerja
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kamis (12/2). (foto: Biro Humas Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANG – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghadirkan pelatihan vokasi ramah inklusi di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kamis (12/2).

Pelatihan ini menyasar penyandang disabilitas tunarungu dalam pengelolaan kafe serta lanjut usia (lansia) produktif dalam bidang tata boga, sebagai bagian dari komitmen Kemnaker agar pelatihan dapat diakses semua kalangan dan berdampak nyata bagi peluang kerja maupun wirausaha.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi harus menjadi ruang inklusif dan aksesibel.

Baca Juga:

"Pelatihan vokasi adalah harapan bagi mereka yang selama ini tidak memiliki akses memadai untuk meningkatkan kompetensi, masuk ke pasar kerja, maupun berwirausaha," kata Yassierli.

Dalam peninjauannya, Menaker memberikan apresiasi kepada BPVP Padang yang membangun kolaborasi dengan Yayasan Rumah Inklusi Padang.

Puluhan peserta disabilitas tunarungu mengikuti pelatihan pengelolaan kafe, mulai dari pembuatan kopi (barista), manajemen kasir digital, hingga pramusaji dan manajemen kafe.

"Alhamdulillah, meskipun baru berjalan empat hari dari total sepuluh hari, kemajuan peserta sudah terlihat. Fasilitas yang ramah dan lingkungan yang inklusif membuat mereka merasa dihargai sebagai calon tenaga kerja profesional," ujar Menaker.

Sementara itu, pelatihan tata boga bagi lansia produktif menekankan prinsip "belajar sepanjang hayat".

Menaker menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak agar lansia tetap bisa meningkatkan kompetensi, memperoleh informasi pasar kerja, dan berwirausaha.

Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan hulu-hilir: peserta yang lulus akan ditempatkan di salah satu kafe di Kota Padang, membuka peluang kerja nyata bagi penyandang disabilitas dan menjadi model bagi industri F&B di Sumatera Barat

. "Tujuannya jelas, kami ingin penyandang disabilitas mandiri secara ekonomi. Skill mereka dibutuhkan di pasar kerja," tegas Yassierli.

Kemnaker berharap, pelatihan vokasi inklusif ini menjadi praktik baik nasional, mendorong dunia usaha untuk membuka ruang kerja setara bagi kelompok yang selama ini tertinggal, sehingga ekosistem ketenagakerjaan Indonesia lebih adil dan berkelanjutan.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemnaker Salurkan Rp30,3 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak Bencana di Sumbar
Menaker Tekankan K/L Harus Serap Tenaga Kerja Disabilitas, Ini Bukan Sekadar Wacana Tapi Amanat Konstitusi
Dominasinya Tak Tertandingi: GLORY 99 FC Tumbangkan SARASI FC 8-0, Apakah Juara Group B Bisa Terkejut di Babak 8 Besar?
Kapolres Padangsidimpuan Tegaskan Bangunan Dek Kantin Harus Dibongkar Demi Keselamatan Masyarakat
Pemprov Sumut Dorong Pendidikan Inklusif hingga Perguruan Tinggi bagi Penyandang Disabilitas
Kemnaker dan Shopee Gelar ToT Shopee Affiliate, Siapkan 100 Instruktur BLK Kuasai Keterampilan Digital Marketing
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru