Presiden Prabowo Subianto, dalam sambutannya pada Gala Iftar Dinner Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington D.C., Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat. (Foto: Dok. Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
"Saya berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kami telah bernegosiasi dengan sangat intens selama beberapa bulan terakhir dan saya rasa kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu," ujar Prabowo.
Menurut dia, perjanjian perdagangan tersebut diharapkan menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi jangka panjang antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Prabowo menyebut kedua negara sebelumnya telah menandatangani sejumlah kesepakatan penting, baik di tingkat pemerintah maupun antarkorporasi.
Salah satu poin utama yang dibahas dalam negosiasi adalah keseimbangan perdagangan kedua negara.
Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, berupaya memastikan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Ia mengatakan sejauh ini belum ada perubahan substansial dari hasil pembahasan sebelumnya, namun pemerintah tetap membuka ruang untuk perbaikan angka tarif.
"Harapan kita tentu mendapatkan angka yang lebih baik. Tapi hasil akhir tetap bergantung pada proses negosiasi," kata Prasetyo.
Dalam skema Agreement on Reciprocal Tariff, Amerika Serikat sempat menetapkan tarif sebesar 32 persen terhadap Indonesia. Namun melalui rangkaian negosiasi, tarif tersebut disebut berhasil ditekan menjadi 19 persen.
Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Presiden Amerika Serikat direncanakan menjadi momentum finalisasi kesepakatan.