Suasana di penampungan hunian sementara (huntara) Lapangan Sarasi, Marpinggan, pada hari pertama bulan suci Ramadan, Kamis (19/2/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
TAPANULI SELATAN — Suasana berbeda terasa di penampungan hunian sementara (huntara) Lapangan Sarasi, Marpinggan, pada hari pertama bulan suci Ramadan, Kamis (19/2/2026).
Masyarakat Tandihat yang terdampak bencana menjalankan ibadahpuasa di fasilitas penampungan, sehingga kegiatan memasak sahur dan buka puasa dilakukan di dapur umum.
Salah satu warga, Ibu Robiah, menceritakan pengalamannya.
"Biasanya kami masak di rumah masing-masing, lebih bebas menentukan menu. Sekarang semuanya dimasak di dapur umum," ujarnya.
Meski demikian, bantuan pangan dari pemerintah seperti beras, minyak, dan bahan makanan lainnya tetap diterima oleh warga penampungan.
Ibu Robiah menambahkan, menjelang puasa, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan gulai daging sapi yang dimasak bersama di dapur umum sebelum dibagikan ke setiap keluarga.
"Kami bersyukur pemerintah memperhatikan warga yang tertimpa bencana. Tapi tetap, lebih nyaman di rumah sendiri," ucapnya.
Anak-anak di huntara juga tetap bisa menjalankan puasa sambil bermain seperti di kampung, serta mengikuti shalat tarawih dan tadarus Al-Qur'an di lokasi penampungan.
Seorang anak kelas 4 SD yang kini menempuh sekolah di huntara mengungkapkan, "Rasanya seperti di kampung, tapi tentu lebih enak kalau di rumah sendiri."
Kehidupan di huntaraMarpinggan menunjukkan semangat kebersamaan dan ketahanan masyarakat, meski kondisi terbatas.
Bantuan pemerintah dan koordinasi warga memastikan Ramadan tetap dijalani dengan khidmat dan penuh keberkahan.*