BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Februari 2026

Pemko Pematangsiantar Tunggu Tindak Lanjut Proposal Pengembangan RSUD Djasamen Saragih dari Investor Asing

BITVonline.com - Selasa, 12 November 2024 10:56 WIB
Pemko Pematangsiantar Tunggu Tindak Lanjut Proposal Pengembangan RSUD Djasamen Saragih dari Investor Asing
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN, SIANTAR- Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar terus menunggu perkembangan proposal yang telah diajukan untuk pengembangan RSUD Djasamen Saragih, yang melibatkan sejumlah investor dari negara sahabat. Proposal ini sebelumnya ditawarkan kepada investor asing pada Juni 2024 lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang signifikan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, mengungkapkan bahwa meskipun harapan besar diletakkan pada pengajuan proposal tersebut, hingga saat ini belum ada respons yang jelas. Namun, ia menambahkan bahwa meskipun demikian, beberapa arahan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan BUMN PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) telah diterima, memberikan petunjuk tentang langkah-langkah yang harus diambil Pemko Pematangsiantar untuk melengkapi dokumen investasi.

“Sampai sekarang, pengajuan kami untuk pengembangan layanan jantung dan stroke di RSUD Djasamen Saragih belum menemui titik terang. Namun, kami sudah berkoordinasi dengan BKPM RI dan PT PII, yang memberikan arahan bagi kami untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan dalam proses investasi,” kata Dedi, dalam wawancara pada Selasa (12/11/2024).

Dedi mengungkapkan bahwa untuk memastikan kelancaran proses investasi ini, Pemerintah Kota Pematangsiantar akan segera membentuk Tim Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang akan membahas lebih lanjut potensi pengembangan rumah sakit tersebut. Tim ini nantinya akan beranggotakan perangkat daerah terkait, dan bertugas untuk memastikan bahwa semua persyaratan yang dibutuhkan untuk menarik investasi dapat dipenuhi.

Mengundang investor ke daerah, lanjut Dedi, merupakan tantangan besar yang tidak hanya dihadapi oleh Pemko Pematangsiantar, melainkan juga oleh pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia. Kendala utama dalam menarik investor adalah penyediaan jaminan kepastian hukum dan infrastruktur yang memadai, yang menjadi faktor utama dalam keputusan investasi.

“Ini adalah tantangan yang tidak hanya dihadapi oleh Pemko Pematangsiantar, tetapi juga banyak daerah lain. Mengundang investor memerlukan kepastian hukum dan jaminan bahwa investasi mereka akan aman. Salah satu langkah yang sedang kami tempuh adalah memastikan bahwa Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kami selesai, yang diperkirakan akan rampung dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Dedi.

Dedi optimis bahwa setelah RDTR selesai, berbagai peluang investasi akan lebih terbuka. Dengan perencanaan tata ruang yang jelas dan terstruktur, investor akan memiliki panduan yang lebih baik mengenai potensi investasi yang dapat dilakukan di Pematangsiantar.

Kunjungan sejumlah Konsulat Jenderal (Konjen) dari negara sahabat ke Kota Pematangsiantar pada Juni 2024 lalu menjadi momen penting bagi Pemko Pematangsiantar dalam mempromosikan potensi investasi di daerah tersebut. Rombongan Konjen dari beberapa negara, seperti Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Jerman, dan Belanda, yang difasilitasi oleh Pemprov Sumut dan Bank Indonesia, berkunjung untuk mengeksplorasi peluang kerja sama investasi.

Wali Kota Pematangsiantar, Susanti Dewayani, memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan Pematangsiantar sebagai daerah yang kaya dengan sejarah dan memiliki potensi ekonomi yang besar. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Susanti menjelaskan bahwa sejak masa kolonial Belanda, Pematangsiantar sudah dikenal sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi.

“Siantar adalah daerah bersejarah yang sejak zaman kolonial sudah dilirik Belanda sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi. Dengan sejarah ini, kami yakin bahwa Siantar memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dalam sektor investasi kesehatan, infrastruktur, dan pariwisata,” kata Wali Kota Susanti.

Pemerintah Kota Pematangsiantar terus berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna memastikan bahwa berbagai proyek pengembangan infrastruktur dan layanan kesehatan di Kota Pematangsiantar bisa berjalan sesuai harapan. Dedi berharap, meski tantangan dalam mengundang investor tidak mudah, namun dengan persiapan yang matang dan komitmen kuat dari seluruh pihak terkait, potensi pengembangan RSUD Djasamen Saragih dan sektor lainnya akan segera terwujud.

“Pengembangan RSUD Djasamen Saragih adalah bagian dari visi kami untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Pematangsiantar. Kami berharap, melalui investasi ini, masyarakat bisa merasakan manfaat dari fasilitas kesehatan yang lebih modern dan berkualitas,” pungkas Dedi. (JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru