Untung Presidennya Prabowo Subianto
Oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip KadiBERANGKAT dari isi pidato tahunan didepan Sidang Paripurna MPR RI pada hari Jum&039at tanggal 14
OPINI
JAKARTA – Di tengah arus informasi digital yang deras dan ketegangan geopolitik global, Rahadi Wangsapermana muncul sebagai salah satu pemikir yang konsisten mengangkat isu perang asimetris, intelijen, dan wawasan kebangsaan.
Tulisan-tulisannya menjadi rujukan penting bagi masyarakat yang ingin memahami konflik modern yang kini tak lagi sekadar konfrontasi militer konvensional.
Rahadi merupakan alumnus Desain Produk Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1989. Latar belakangnya yang unik ini justru memberinya perspektif berbeda dalam memahami dinamika konflik global.Baca Juga:
"Negara harus dipahami sebagai sebuah sistem besar yang perlu dirancang ketahanannya, bukan sekadar dipertahankan secara reaktif," ujarnya.
Dalam analisisnya, Rahadi menekankan bahwa perang modern hadir dalam bentuk halus dan sulit dikenali.
Manipulasi opini publik, tekanan ekonomi, infiltrasi budaya populer, hingga permainan regulasi menjadi instrumen yang kerap digunakan untuk melemahkan negara tanpa peperangan fisik.
Pendekatan desain yang ia pelajari di ITB—meliputi pemikiran sistemik, pemetaan pola, analisis aktor, hingga mitigasi risiko berbasis kesadaran kolektif—digunakan Rahadi untuk membaca ancaman-ancaman non-konvensional.
Ia menegaskan bahwa pertahanan negara tidak hanya tugas militer, melainkan kerja sama lintas sektor: akademisi, jurnalis, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil, sebagai bagian dari ekosistem ketahanan nasional.
Selain strategi dan pertahanan, Rahadi juga menyoroti pentingnya literasi kebangsaan. Ia menilai rendahnya pemahaman masyarakat terhadap konteks geopolitik membuka celah bagi pengaruh destruktif dari dalam maupun luar negeri.
Menurut Rahadi, kesadaran kolektif adalah kunci untuk menjaga kedaulatan bangsa di era ancaman yang tidak selalu kasatmata.
Dengan berbagai tulisannya yang diterbitkan di media daring, Rahadi Wangsapermana mengajak masyarakat untuk lebih waspada, rasional, dan terlibat aktif dalam menjaga ketahanan bangsa—sebuah konsep pertahanan modern yang dirancang bukan hanya dari pangkalan militer, tetapi dari pemahaman dan aksi kolektif seluruh elemen bangsa.*
(dh)
Oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip KadiBERANGKAT dari isi pidato tahunan didepan Sidang Paripurna MPR RI pada hari Jum&039at tanggal 14
OPINI
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci penting bagi Indonesia
NASIONAL
BOGOR Suasana malam di Jalan Utama Perumahan Sunrise River, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berubah mer
NASIONAL
JAKARTA Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Soleman B. Ponto mendorong pemerintah dan DPR membentuk Pengadilan Maritim.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJAB TIMUR Warga RT 17 RW 04, Kelurahan Perjuangan 1, Kecamatan Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menggelar turnamen lacak
NASIONAL
MEDAN Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan Arrahmaan Pane menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dar
PEMERINTAHAN
MEDAN Upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di La
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden ke6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai arah pembangunan yang disiapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto u
EKONOMI
MANGGARAI TIMUR Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah prioritas untuk men
NASIONAL
JAKARTA Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggar
NASIONAL