"Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup," ungkapnya, merespons laporan tentang masalah yang ditemukan di lapangan.
Presiden juga memastikan bahwa pendanaan untuk MBG tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi dan pengurangan kebocoran anggaran negara.
"Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran," jelasnya, menekankan bahwa pengelolaan anggaran yang efisien akan memungkinkan program ini berjalan tanpa membebani utang negara.
Program MBG, menurut Prabowo, merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kalangan bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.
"Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita," tutup Prabowo, mengingatkan pentingnya keadilan sosial dalam pembangunan nasional.*