Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat, 21 September 2025, untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Oleh karena itu, hubungan internasional yang harmonis diperlukan agar Indonesia tidak terpengaruh oleh tekanan-tekanan dari negara lain yang dapat mempengaruhi ekonomi dan kebijakan domestik.
"Jadi memang di dunia yang sekarang geopolitik sudah menjadi geoekonomi. Jadi kalau anda hubungannya tidak baik, anda dapat tekanan macam-macam," ungkap Prabowo.
Prabowo menambahkan, Indonesia selalu menjadi tujuan negara-negara besar karena kekayaan alam yang melimpah.
Kekayaan sumber daya alam Indonesia, yang sudah menarik perhatian dunia sejak berabad-abad lalu, menjadi alasan mengapa negara ini harus menjaga hubungan baik dengan banyak negara.
"Kita ini dari dulu selalu menjadi apa ya, tujuan bahkan inceran karena kekayaan kita gitu loh. Suka tidak suka," tambahnya.
Prabowo juga menekankan bahwa sebagai anggota ASEAN, G20, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Indonesia harus selalu hadir dalam berbagai forum internasional.
"Kita anggota ASEAN ya. Asia itu 10 negara loh, sekarang 11. Tapi kita juga apa? Kita anggota G20 20 negara. Habis itu kita apalagi? Kita anggota OKI. Habis itu kita G, kita ikut banyak. Nah, kalau kita diundang kita tidak datang kan enggak bagus," ujarnya.
Menurut Prabowo, kehadiran Indonesia dalam berbagai forum internasional sangat penting untuk menjaga posisi strategis Indonesia di dunia dan memastikan negara ini dapat meraih manfaat dari kerja sama ekonomi global.*