BREAKING NEWS
Rabu, 25 Maret 2026

Komisi X DPR: Pembelajaran Tatap Muka Lebih Adaptif Dibanding Belajar dari Rumah

Adelia Syafitri - Rabu, 25 Maret 2026 18:27 WIB
Komisi X DPR: Pembelajaran Tatap Muka Lebih Adaptif Dibanding Belajar dari Rumah
Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI Hetifah Sjaifudian. (Foto: eMedia DPR RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI Hetifah Sjaifudian menilai pembelajaran tatap muka di sekolah masih menjadi metode paling optimal dibandingkan skema belajar dari rumah.

Pernyataan itu disampaikan menyusul keputusan pemerintah yang membatalkan wacana pembelajaran jarak jauh di tengah situasi krisis global.

Hetifah mengatakan keputusan pemerintah untuk mempertahankan pembelajaran langsung merupakan langkah tepat. Ia menyebut pengalaman selama pandemi menunjukkan bahwa interaksi langsung di kelas tetap memiliki peran penting dalam proses pendidikan.

Baca Juga:

"Pembelajaran tatap muka tetap yang paling optimal, tidak hanya untuk capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan interaksi sosial," ujarnya kepada wartawan, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menambahkan, tidak semua peserta didik memiliki kondisi yang setara apabila harus menjalani pembelajaran dari rumah.

Faktor akses fasilitas, pendampingan orang tua, hingga lingkungan belajar menjadi tantangan yang dapat memengaruhi kualitas pendidikan.

Selain itu, Hetifah menilai belum terdapat urgensi kuat untuk mengalihkan sistem pembelajaran ke rumah jika dikaitkan dengan isu efisiensi energi.

Ia menyinggung penerapan sistem zonasi yang membuat jarak antara rumah dan sekolah relatif dekat bagi sebagian besar siswa.

Menurut dia, kebijakan pendidikan yang berdampak luas sebaiknya tidak diambil secara tergesa-gesa dan harus berbasis kajian yang komprehensif.

Pemerintah, kata dia, perlu mempertimbangkan berbagai konsekuensi sebelum menetapkan kebijakan baru.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menko PMK Pratikno menyatakan wacana pembelajaran dari rumah mulai April dibatalkan.

Pemerintah memutuskan sekolah tetap menjalankan pembelajaran tatap muka untuk mencegah terjadinya learning loss di tengah krisis global.*

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hamawas Siapkan Layanan Tol Kutepat dan Armada Operasional Demi Mudik Lebaran 2026 Lancar
AHY Pastikan Jalan Nasional dan Tol Trans Jawa-Sumatera Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
Pasca Idul Fitri, layanan MBG ditargetkan menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat.
Layanan Kesehatan 24 Jam Pascabencana di Tapanuli Tengah Diklaim Berjalan Optimal
Kapolsek Dentim Minta Personel Sigap Layani Masyarakat Lewat Call Center 110
Kanwil Kemenkum Bali Tingkatkan Pengawasan PNBP Jaminan Fidusia di Tabanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru