Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, membuka latihan taktis Brimob bertajuk jungle warfare di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 1 April 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Selain itu, Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe turut mengerahkan masing-masing 100 personel dalam upacara pembukaan.
"Latihan ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan perorangan sekaligus menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas berintensitas tinggi," kata Marzuki dalam sambutannya.
Ia menilai dinamika keamanan global dan nasional saat ini berkembang cepat dan kompleks.
Berbagai ancaman, mulai dari kejahatan transnasional hingga terorisme, menuntut kesiapan aparat keamanan, khususnya Brimob.
Menurut dia, karakteristik wilayah Aceh yang didominasi hutan, pegunungan, dan daerah terpencil menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Karena itu, latihanjungle warfare dinilai relevan untuk memperkuat kemampuan teknis dan taktis personel.
"Latihan ini tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga ketahanan mental, kecerdasan taktis, serta kemampuan adaptasi dalam berbagai skenario ancaman," ujarnya.
Latihan yang dipusatkan di kawasan perkebunan PTPN di Kecamatan Cot Girek itu berlangsung selama satu bulan, mulai 30 Maret hingga 28 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan total 413 personel, terdiri atas 217 personel Satbrimob dan 196 personel dari jajaran PoldaAceh.
Selama latihan, peserta akan menjalani skenario yang mendekati kondisi nyata di lapangan, termasuk simulasi menghadapi kejahatan bersenjata, penculikan, hingga potensi aksi teror.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme selama bertugas.
Ia meminta seluruh personel mengedepankan disiplin, tanggung jawab, serta menjaga nama baik institusi Polri.
Masyarakat diimbau tidak khawatir terhadap aktivitas latihan tersebut.
Kepolisian memastikan penggunaan amunisi hanya berupa peluru hampa dan ledakan ringan untuk keperluan simulasi.*