BREAKING NEWS
Kamis, 02 April 2026

Indonesia Siap Uji Coba Sistem Peringatan Dini Gempa, Waktu Evakuasi 20 Detik

Adelia Syafitri - Kamis, 02 April 2026 16:24 WIB
Indonesia Siap Uji Coba Sistem Peringatan Dini Gempa, Waktu Evakuasi 20 Detik
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (Foto: idxchannel)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siap melakukan uji coba Earthquake Early Warning System (EEWS), sistem peringatan dini gempa yang mampu memberikan jeda hingga 20 detik bagi masyarakat untuk mengevakuasi diri sebelum guncangan utama terjadi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan uji coba ini akan dilakukan pada bulan ini di Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung, setelah melalui pengembangan selama satu hingga dua tahun terakhir.

"Pada bulan ini kami akan mencoba melakukan operasionalisasi dari sistem Earthquake Early Warning System," kata Faisal, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga:

Sistem ini bekerja dengan mendeteksi gelombang primer (P-wave) yang muncul lebih cepat dibandingkan gelombang sekunder (S-wave) yang bersifat merusak.

Dengan pemantauan gelombang awal, sistem dapat memperkirakan waktu kedatangan guncangan utama, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mengambil langkah penyelamatan.

"Bergantung pada jarak dari pusat gempa, sistem ini dapat memberikan waktu dari belasan detik hingga sekitar 20 detik sebelum guncangan kuat dirasakan," ujarnya.

Faisal menegaskan teknologi ini bukan untuk memprediksi kapan gempa akan terjadi, melainkan memberikan peringatan saat gempa mulai berlangsung.

Dalam waktu singkat tersebut, masyarakat dapat melakukan mitigasi, seperti berlindung di tempat aman, menuju titik evakuasi, atau menghentikan aktivitas berisiko.

Pengembangan EEWS merupakan hasil kerja sama BMKG dengan mitra pengembang selama empat tahun terakhir dan memerlukan investasi besar, terutama dalam pemasangan sensor dan penguatan jaringan pemantauan.

Indonesia merupakan negara dengan risiko tinggi terdampak gempa, didukung oleh keberadaan 13 zona subduksi (Megathrust).

Uji coba ini diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya respons cepat, sehingga risiko korban jiwa dan kerusakan dapat diminimalkan.*

(an/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gempa Sulut 7,6 SR, Dody Hanggodo Ungkap Titik Terdampak dan Solusi Darurat
Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Sulawesi Utara, Korban Meninggal dan Cedera Tercatat di Manado
Gempa 7,6 SR Guncang Bitung! BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsunami di Tujuh Daerah Maluku Utara dan Sulut
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Kamis 2 April 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Kamis 2 April 2026: Seluruh Wilayah Diguyur Hujan
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Kamis 2 April 2026: Seluruh Wilayah Diguyur Hujan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru