BREAKING NEWS
Senin, 06 April 2026

Apa Itu Godzilla El Nino? Ini Dampaknya bagi Indonesia

Nurul - Sabtu, 04 April 2026 13:35 WIB
Apa Itu Godzilla El Nino? Ini Dampaknya bagi Indonesia
ilustrasi kekeringan (Foto: pexels/Pyae Phyo Aung)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi kemunculan fenomena iklim ekstrem yang disebut "Godzilla El Nino" mulai April 2026.

Fenomena ini berpotensi memicu musim kemarau panjang yang lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Cuaca Ekstrem BRIN, Erma Yulihastin, menjelaskan El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Baca Juga:

"Pembentukan awan dan hujan terkonsentrasi di atas Samudra Pasifik. Sebaliknya, wilayah Indonesia mengalami minim awan dan hujan," kata Erma, Sabtu, 4 April 2026.

Fenomena ini diperkirakan akan diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di sekitar Sumatera dan Jawa. Kombinasi keduanya diproyeksikan menekan curah hujan secara signifikan.

BRIN memperkirakan kondisi tersebut berlangsung sepanjang musim kemarau, yakni April hingga Oktober 2026.

Dampaknya, sebagian besar wilayah selatan Indonesia—terutama Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur—akan mengalami kemarau kering.

Selain kekeringan, fenomena ini juga berpotensi mengganggu sektor pertanian, khususnya di wilayah lumbung padi nasional seperti pantai utara Jawa.

Di sisi lain, wilayah timur laut Indonesia seperti Sulawesi dan Maluku diprediksi tetap mengalami curah hujan tinggi yang berisiko memicu banjir.

Tak hanya itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan seiring kondisi kering yang berkepanjangan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau mulai berlangsung sejak April 2026 dan meluas secara bertahap hingga Juni di sebagian besar wilayah Indonesia.

Seiring kondisi tersebut, pemerintah didorong untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk menjaga ketahanan pangan dan mengoptimalkan produksi komoditas seperti garam di wilayah selatan Indonesia.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Indonesia Berpeluang Punya Bandar Antariksa, Rusia dan Belarus Siap Kerja Sama
Gempa M5,8 Guncang Bitung Sulut, BMKG Pastikan Tidak Ada Tsunami
Cuaca Aceh: Hujan Ringan Melanda Banyak Wilayah, Suhu Berkisar 17–32°C
Cuaca Sumatera Utara: Hujan Ringan Melanda Sejumlah Wilayah, Suhu Berkisar 18–32°C
Cuaca Jakarta: Hujan Ringan Menyapa Sejumlah Wilayah, Suhu Berkisar 24–31°C
Hujan Ringan hingga Petir Guyur DIY, Sleman dan Kota Yogyakarta Perlu Waspada
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru