BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Solusi Hunian Layak di Bantaran Rel Kereta Api di Tanah Abang, Bandung, dan Medan

Raman Krisna - Senin, 06 April 2026 14:40 WIB
Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Solusi Hunian Layak di Bantaran Rel Kereta Api di Tanah Abang, Bandung, dan Medan
Presiden Prabowo Subianto hadir di tengah pemukiman padat warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Maret 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan untuk membahas solusi hunian bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api, Senin (6/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet serta pimpinan perusahaan milik negara (BUMN), termasuk Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasidin, Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Brian Yuliarto, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Saat tiba di Istana, Menteri PKPK Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan bahwa lahan di bantaran rel kereta api memiliki potensi strategis, namun banyak yang dikuasai oleh pihak-pihak tertentu.

Baca Juga:

Ara menekankan bahwa negara perlu mengambil langkah tegas untuk menertibkan pengelolaan lahan tersebut agar dapat digunakan demi kepentingan masyarakat luas.

"Di Tanah Abang itu lahan negara sangat strategis, di Bandung sangat strategis, di Medan sangat strategis," ujar Maruarar Sirait.

"Kita harus punya nyali untuk menegakkan kebenaran. Negara harus hadir dalam urusan ini," tambahnya.

Rapat tersebut bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menyediakan hunian bagi warga yang tinggal di kawasan strategis tersebut.

Menurut Ara, upaya ini bukan hanya soal penataan wilayah, tetapi juga tentang bagaimana negara berperan aktif untuk menghadirkan ruang hunian yang layak bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Brian Yuliarto menyatakan kesiapan kementeriannya untuk mendukung kebijakan tersebut.

Menurut Brian, pihaknya akan melakukan kajian serta menggunakan teknologi untuk mendesain hunian yang efisien dan berkelanjutan.

Kemendikti akan mengoptimalkan potensi perguruan tinggi dalam melakukan riset dan pengembangan terkait pembangunan hunian bagi warga bantaran rel.

"Kami dari perguruan tinggi siap membackup kajian dan penelitiannya, serta penggunaan teknologi yang lebih efisien," ujarnya.

Brian berjanji akan memberikan laporan lebih lanjut setelah rapat ini.

Isu hunian di bantaran rel kereta api menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat banyaknya warga yang tinggal di kawasan yang selama ini dianggap ilegal.

Di sisi lain, pemerintah melihat potensi besar dalam pemanfaatan lahan tersebut untuk kepentingan publik, baik untuk hunian layak, infrastruktur, maupun ruang terbuka hijau.

Pemerintah, melalui rapat ini, bertekad untuk mengambil langkah tegas dan terukur dalam menertibkan penggunaan lahan di bantaran rel kereta api.

Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga yang selama ini hidup di kawasan kumuh serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan di kawasan-kawasan strategis.*


(d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Tenang: Harga BBM Subsidi Tidak Akan Naik Hingga Akhir 2026
Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan One Day No Car Bukan Hanya Gerakan Simbolis, Tapi Transformasi Budaya ASN
WFH ASN di Sumut Dimulai Jumat Ini, Bobby Nasution Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Jusuf Kalla Usulkan Kenaikan Harga BBM untuk Redam Defisit Anggaran dan Utang Pemerintah
Di Atas Bahu Jalan, di Bawah Bayang-Bayang Pembiaran: Jejak Usaha Potong Ayam di Talawi
Nonton Bareng "The Hostage’s Hero", Pemerintah Tanjungbalai dan Asahan Perkuat Sinergi Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru