Ini Alasan Sahroni Beri Rp300 Juta ke Pegawai KPK Gadungan
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkap perannya dalam membantu aparat kepolisian membongkar kasus penipuan yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai "inflasi pengamat" di tengah derasnya arus opini publik di ruang digital.
Ia menilai, semakin banyak pihak yang tampil sebagai pengamat, namun tidak semuanya memiliki latar belakang keilmuan yang relevan dan berbasis data akurat.
"Sekarang ini ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 Maret 2026.Baca Juga:
Teddy menyebut sejumlah pihak kerap memberikan analisis di berbagai bidang, mulai dari isu beras, militer, hingga hubungan luar negeri, namun tidak selalu didukung data yang valid.
"Ada pengamat beras tapi dia background-nya bukan di situ, ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan datanya tidak sesuai fakta," ujarnya.
Menurut Teddy, sebagian figur yang kerap muncul di ruang publik tersebut bukan hal baru, melainkan sudah aktif sejak sebelum masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai kelompok tersebut turut membentuk opini publik sejak lama, termasuk sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden.
Meski demikian, Teddy menegaskan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo tetap tinggi.
Ia menyebut jutaan warga tetap memberikan dukungan dibandingkan narasi yang berkembang dari sebagian pengamat.
"Tapi faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo," ujarnya.
Teddy juga mengingatkan agar kritik dan pandangan publik tetap disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
"Boleh berbeda pendapat, silakan beri kritik, tapi jangan sampai membuat orang cemas terhadap negeri ini," kata dia.
Ia memastikan kondisi nasional saat ini tetap stabil dan mengajak masyarakat menjaga optimisme dalam membangun masa depan Indonesia.*
(d/ad)
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkap perannya dalam membantu aparat kepolisian membongkar kasus penipuan yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya menangkap seorang perempuan berinisial TH alias D (48) yang diduga mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan
HUKUM DAN KRIMINAL
BEIRUT Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 1.953 orang tewas akibat serangan militer Israel sejak 2 Maret 2026. Ratusan ko
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah tidak keberatan atas langkah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang mengg
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo menyatakan kesediaannya untuk menunjukkan ijazah asli miliknya, mulai dari jenjang sekolah dasar hingg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ahli digital forensik Rismon Sianipar berencana melayangkan somasi kepada pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa
HUKUM DAN KRIMINAL
INDRAMAYU Seorang balita berinisial AZH di Kabupaten Indramayu sempat dilaporkan terlindas kendaraan operasional Makan Bergizi Gratis (M
PERISTIWA
TOBA PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menegaskan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan progra
NASIONAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket bantuan ke
NASIONAL