BREAKING NEWS
Sabtu, 02 Mei 2026

Hadapi AI dan Digitalisasi: Menaker Yassierli Minta Serikat Buruh Tak Hanya Fokus Advokasi, Tapi Tingkatkan Kompetensi Pekerja

Raman Krisna - Sabtu, 25 April 2026 11:10 WIB
Hadapi AI dan Digitalisasi: Menaker Yassierli Minta Serikat Buruh Tak Hanya Fokus Advokasi, Tapi Tingkatkan Kompetensi Pekerja
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat membuka Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Jakarta, Jumat, 24 April 2026. (foto: Biro HUmas Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) tidak hanya berfokus pada fungsi advokasi, tetapi juga berperan aktif dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja di tengah perubahan dunia kerja yang kian cepat.

Seruan itu disampaikan saat membuka Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Yassierli mengatakan, transformasi dunia kerja saat ini berlangsung cepat seiring perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan dinamika ekonomi global.

Baca Juga:

Kondisi tersebut, kata dia, membuat kebutuhan keterampilan di berbagai sektor ikut berubah.

"Pekerja Indonesia harus memiliki daya saing dan kompetensi yang kuat. Serikat pekerja juga memiliki peran penting untuk menyiapkan anggotanya menghadapi transformasi dunia kerja yang sangat cepat," ujarnya.

Ia menekankan, peningkatan kesejahteraan pekerja harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam konteks itu, serikat pekerja dipandang sebagai penghubung antara kebutuhan industri dan peningkatan kapasitas tenaga kerja.

Kementerian Ketenagakerjaan, kata Yassierli, membuka ruang kolaborasi dengan serikat buruh untuk memperluas program pelatihan yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan industri.

Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan teknis dan nonteknis, sertifikasi kompetensi, edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga peningkatan produktivitas.

"Silakan sampaikan kebutuhan pelatihan yang diperlukan. Pemerintah siap memfasilitasi agar pekerja memiliki nilai tambah dan posisi tawar yang semakin baik," kata dia.

Selain peningkatan kompetensi, Yassierli juga menegaskan komitmen pemerintah memperkuat perlindungan pekerja, termasuk pengembangan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan perluasan perlindungan bagi pekerja sektor platform digital seperti pengemudi dan kurir daring.

Ia juga mendorong serikat pekerja untuk aktif terlibat dalam pembahasan regulasi ketenagakerjaan.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Genjot “Medan Satu Data”, Percepat Layanan Publik dan Pastikan Bansos Tepat Sasaran
HP Android Sering Lemot dan Panas? Vendor Besar Akhirnya Sepakat Ubah Aturan Main RAM
Lagi! Prajurit TNI Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, PBB Angkat Suara
Ingin Lihat Sunset Indah? Ini 7 Lokasi Favorit di Sumut, Ada yang Dekat dari Medan!
Usulan Pembatasan Masa Jabatan Menguat, Ini Deretan Ketum Parpol yang Paling Lama Menjabat
Kasus Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah Medan, Dinkes Sumut Ungkap Dugaan Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru