BREAKING NEWS
Sabtu, 27 Juni 2026

Di Tengah Sorotan Posisi Gerbong KRL, KAI Tegaskan Keselamatan Tidak Dibedakan antara Penumpang Pria dan Wanita

Adelia Syafitri - Rabu, 29 April 2026 10:53 WIB
Di Tengah Sorotan Posisi Gerbong KRL, KAI Tegaskan Keselamatan Tidak Dibedakan antara Penumpang Pria dan Wanita
Menteri Perhubungan Dudi Purwagandi, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin dan Kepala Basarnas Mohammad Syafi'i di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026 (Foto: Basarnas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan tidak ada perbedaan standar keselamatan antara penumpang perempuan dan laki-laki di layanan KRL. Pihak KAI menyebut keselamatan seluruh pelanggan menjadi prioritas utama tanpa pengecualian.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga memastikan layanan KRL rute Cikarang–Jakarta akan kembali beroperasi pada siang hari dengan frekuensi normal.

"Siang nanti kita akan buka kembali layanan KRL kita, Cikarang line, yang akan beroperasi dan berfrekuensi sama dengan sebelumnya," kata Bobby.

Baca Juga:

Bobby menegaskan, KAI tidak memberikan perbedaan tingkat keselamatan berdasarkan gender penumpang, baik laki-laki maupun perempuan.

"Kami perlu menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk menurunkan tingkat keselamatan pelanggan, baik laki-laki maupun perempuan," ujarnya.

Terkait keberadaan gerbong khusus perempuan yang selama ini ditempatkan di bagian paling depan dan belakang rangkaian KRL, Bobby menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dibuat untuk alasan kenyamanan, kemudahan akses, serta keamanan tambahan bagi penumpang perempuan.

"Selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses, serta keamanan di dalam kereta," jelasnya.

Ia menambahkan, posisi gerbong perempuan di ujung rangkaian juga mempertimbangkan kedekatan dengan petugas keamanan untuk meningkatkan pengawasan.

"Alasannya agar tidak terjadi harassment, memberi kemudahan akses, dan memberikan security lebih karena lebih dekat dengan penjaga di ujung," katanya.

KAI juga menegaskan akan melakukan pembenahan sistem keselamatan perkeretaapian, termasuk penertiban perlintasan resmi serta penutupan perlintasan liar sesuai arahan pemerintah.

Sebelumnya, insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menewaskan 15 orang dan melukai 88 orang. Seluruh korban dalam peristiwa tersebut merupakan perempuan yang berada di gerbong khusus di bagian belakang rangkaian.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Geger! 190 Kg Emas Ilegal Senilai Rp502 Miliar Gagal Diselundupkan Lewat Halim
Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi: Menteri PPPA Usulkan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah, Laki-laki di Ujung
KAI Ungkap Kronologi Tabrakan KRL-Argo Bromo di Bekasi Timur: Dipicu Mobil Mogok di Jalur Kereta
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Kepala BP BUMN Ungkap Instruksi Presiden Prabowo soal Penanganan Korban
Dua Penumpang Meninggal Dunia dalam Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek di Bekasi
BREAKING NEWS! KRL Commuter Line Tabrakan dengan KA Jarak Jauh di Bekasi Timur, KAI Minta Maaf
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru