Setahun Terhambat Lumpur, Nelayan Pidie Jaya Segera Bisa Melaut Lagi lewat Muara Krueng Meureudu
PIDIE JAYA Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mempercepat normalisasi muara Sungai Krueng Meureudu untuk memulihkan akses nelayan yang
EKONOMI
JAKARTA — Pergeseran dinamika geopolitik global dinilai semakin memperlihatkan menguatnya pendekatan realisme dalam hubungan internasional, terutama di tengah meningkatnya konflik antarnegara besar.
Kondisi ini turut menghidupkan kembali perdebatan mengenai pengelolaan jalur pelayaran strategis dunia, termasuk Selat Malaka.
Praktisi dan peneliti kebijakan maritim, Dedi Gunawan Widyatmoko, mengatakan dalam teori hubungan internasional terdapat dua arus utama, yakni idealisme dan realisme.Baca Juga:
Idealisme menekankan kerja sama antarnegara untuk perdamaian global, sementara realisme menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.
"Dalam perspektif realisme, konflik kepentingan antarnegara adalah hal yang tidak terhindarkan," kata Dedi, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, berbagai instrumen hukum internasional seperti Piagam PBB dan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982 merupakan wujud pendekatan idealisme dalam mengatur tata kelola global, termasuk pelayaran internasional.
Namun, menurut dia, dalam praktiknya pendekatan realisme semakin dominan dalam beberapa dekade terakhir.
Hal itu terlihat dari kebijakan luar negeri sejumlah negara besar yang lebih menekankan kepentingan nasional.
Dedi mencontohkan ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang turut berdampak pada jalur pelayaran internasional seperti Selat Hormuz.
Dalam konteks tersebut, ia menilai tindakan pembatasan atau penutupan sepihak di selat internasional berpotensi bertentangan dengan ketentuan UNCLOS 1982 yang menjamin hak lintas transit bagi kapal-kapal internasional.
"Selat yang digunakan untuk pelayaran internasional tidak boleh dibatasi secara sepihak," ujarnya.
Di sisi lain, wacana pemanfaatan ekonomi dari Selat Malaka kembali mengemuka. Jalur ini merupakan salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia dengan sekitar 29 persen perdagangan minyak global melintasinya.
Indonesia, Malaysia, dan Singapura memiliki yurisdiksi atas kawasan tersebut. Namun, Singapura dinilai memperoleh keuntungan ekonomi terbesar karena posisinya sebagai pusat layanan maritim dan transshipment.
Meski demikian, wacana penerapan pungutan terhadap kapal yang melintas mendapat penolakan dari Singapura. Selain dianggap berpotensi mengganggu ekosistem perdagangan, kebijakan tersebut juga dinilai tidak sejalan dengan hukum internasional.
Dedi menilai, situasi geopolitik global saat ini menunjukkan semakin kuatnya pengaruh pendekatan realisme, yang berpotensi turut memengaruhi kawasan Asia Tenggara.
"Selat Malaka masih berada dalam koridor hukum internasional. Namun ke depan, arah kebijakan sangat bergantung pada dinamika kepentingan negara-negara kawasan," katanya.
Ia menegaskan, stabilitas kawasan menjadi kunci utama agar Selat Malaka tetap berfungsi sebagai jalur pelayaran internasional yang aman dan terbuka.*
(ad)
PIDIE JAYA Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mempercepat normalisasi muara Sungai Krueng Meureudu untuk memulihkan akses nelayan yang
EKONOMI
TAPAKTUAN Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mempercepat pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk membenahi infrastruktur dasar
NASIONAL
RUTENG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 27 gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)
NASIONAL
BANDUNG Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung sekaligus mengawasi penanganan
NASIONAL
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap tiga wanita yang diduga menjadi pengedar narkotika jenis sabu di Deli Serdang, Su
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUAN BAJO Pemerintah mempercepat penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memprioritaskan evakuasi korban, penya
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Najamudin meminta pemerintah pusat menambah dukungan anggaran untuk penanganan dampa
NASIONAL
JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menilai pengamalan nilainilai Pancasila semakin penting di tengah
NASIONAL
BANDA ACEH Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berujung kericuhan. Mas
PERISTIWA
LABUAN BAJO Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta enam kabupaten terdampak parah gempa di Nusa
NASIONAL