Anies Sebut “Sidik Jari” JK di Perdamaian Poso, Ambon, dan Aceh
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan apresiasi terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam acara tasy
POLITIK
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong transformasi tata kelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memperkuat layanan penanggulangan bencana di tengah meningkatnya frekuensi dan kompleksitas bencana di Indonesia.
Penguatan tersebut diperkuat melalui penerbitan Permendagri Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pembentukan, Organisasi, dan Tata Kerja BPBD yang menegaskan penanggulangan bencana sebagai layanan dasar wajib pemerintah daerah.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, mengatakan pola bencana saat ini menuntut pendekatan baru yang tidak lagi hanya fokus pada penanganan darurat, melainkan mengedepankan mitigasi dan pengurangan risiko.Baca Juga:
"Jika bencana besar terjadi malam ini, apakah kita benar-benar siap melindungi masyarakat, atau justru masih akan terkejut ketika dampaknya sudah meluas?" kata Safrizal dalam Sosialisasi dan Focus Group Discussion implementasi Permendagri Nomor 18 Tahun 2025, Sabtu (16/5/2026).
Ia menilai kejadian banjir bandang, cuaca ekstrem, hingga bencana hidrometeorologi yang terus meningkat menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah.
Menurutnya, pendekatan lama yang hanya mengandalkan respons saat bencana terjadi sudah tidak relevan karena banyak kejadian terbaru melampaui pola historis yang selama ini menjadi acuan pembangunan.
"Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan alarm keras bagi kita semua untuk segera bertindak. Kegagalan kita dalam memitigasi risiko hari ini adalah jaminan kerugian yang lebih besar di masa depan," ujarnya.
Kemendagri mencatat Indonesia berada di peringkat ketiga dunia dalam Indeks Risiko Bencana 2025 dengan tingkat kerentanan tinggi. Sebanyak 96,27 persen penduduk tinggal di wilayah rawan bencana, sementara kerugian ekonomi akibat bencana mencapai Rp22,85 triliun per tahun.
Safrizal menegaskan pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan dalam perlindungan masyarakat karena respons cepat pada 24 jam pertama sangat menentukan keselamatan warga terdampak.
"Keselamatan masyarakat tidak boleh dikelola oleh lembaga yang lemah secara struktur. BPBD harus berdiri sendiri agar mampu bertindak cepat dan tepat saat krisis terjadi," tegasnya.
Selain itu, Kemendagri juga mendorong penguatan sistem penanggulangan bencana melalui empat pendekatan utama yakni pencegahan, kolaborasi lintas sektor, desentralisasi, serta kemitraan antarpemangku kepentingan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, sektor swasta, dan media.
Dalam kesempatan tersebut, Kemendagri turut memperkenalkan konsep Harmony with Disaster yang mendorong masyarakat hidup berdampingan dengan risiko bencana secara aman dan berkelanjutan.
"Kita harus berani mendahului bencana, bukan terus tertinggal mengejar dampaknya," pungkas Safrizal.
Pemerintah Australia melalui Program SIAP SIAGA juga mendukung penguatan tata kelola kebencanaan di Indonesia. Dukungan itu disebut sebagai bagian dari kemitraan Indonesia-Australia dalam pengurangan risiko bencana.
Minister Counsellor Human Development dan Humanitarian Pemerintah Australia, Tim Stapleton, mengapresiasi langkah Kemendagri dan BNPB dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana nasional.
"Pemerintah Australia sangat mengapresiasi upaya Kementerian Dalam Negeri dan BNPB atas kepemimpinan dan komitmen berkelanjutan dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di Indonesia," katanya.*
(an/dh)
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan apresiasi terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam acara tasy
POLITIK
NGANJUK Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim bahwa gaji hakim di Indonesia saat ini telah melampaui sejumlah negara di kawasan Asia Te
POLITIK
NGANJUK Presiden RI Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi sejumlah persoalan dalam pelaksanaanny
PEMERINTAHAN
NGANJUK Presiden RI Prabowo Presiden RI PrabowoSubianto menyoroti dampak ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diklaim ma
EKONOMI
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak menilai hasil pembangunan secara jangka pendek, melainkan melihat dampakny
NASIONAL
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya siap bertanggung jawab penuh apabila masih ada masyarakat Indonesia yang meng
NASIONAL
NGANJUK Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan pembangunan dan operasional 30 ribu Koperasi Desa/Keluraha
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah menyiapkan rencana induk (renduk) rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan
NASIONAL
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerima kunjungan Direktur Jenderal Rosatom Rusia, Alexey Likhachev, di Gedung BJ Habib
SAINS DAN TEKNOLOGI
ACEH BESAR Anggota Koperasi Merah Putih Syariah Gampong Lam Lumpu bersama masyarakat, pengurus, dan unsur TNI melaksanakan kegiatan gotong
EKONOMI