Dini menegaskan, pemerintah harus mengambil langkah yang lebih tegas dan menyeluruh karena situs judi online terus bermunculan dengan berbagai cara baru.
"Menurut saya pemerintah harus bertindak jauh lebih tegas dan serius. Kalau hanya mengandalkan pemblokiran situs, persoalan ini tidak akan selesai," ujar Dini, Jumat (15/5/2026).
Ia menekankan bahwa persoalan judi online tidak bisa ditangani secara parsial. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, hingga platform digital.
"Yang sedang kita pertaruhkan bukan hanya soal penggunaan internet, tetapi masa depan generasi bangsa," katanya.
Dini juga menyoroti data yang menunjukkan hampir 200 ribu anak di Indonesia telah terpapar judi online, termasuk puluhan ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Ia mendorong agar pemerintah tidak hanya fokus pada pemblokiran situs, tetapi juga memburu bandar, afiliator, hingga pihak yang terlibat dalam aliran dana dan promosi judi online.
"Penindakan hukum harus diperkuat secara menyeluruh," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut kondisi ini sebagai alarm serius bagi masa depan generasi muda Indonesia.*
(k/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR Desak Penanganan Lebih Serius dari Sekadar Pemblokiran