BREAKING NEWS
Rabu, 17 Juni 2026

Lestari Moerdijat Ajak Waspada Hantavirus, Tekankan Pentingnya Kesadaran Bersama

Johan - Jumat, 15 Mei 2026 14:50 WIB
Lestari Moerdijat Ajak Waspada Hantavirus, Tekankan Pentingnya Kesadaran Bersama
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Dok. mpr)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengimbau pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mengantisipasi potensi penyebaran hantavirus di Indonesia, seiring meningkatnya perhatian global terhadap penyakit tersebut.

Lestari menekankan bahwa upaya edukasi dan sosialisasi mengenai hantavirus perlu diperkuat, mengikuti imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang saat ini memantau sejumlah kasus di beberapa negara.

"Negara melalui Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah konkret untuk mewaspadai ancaman hantavirus. Meski begitu, kekhawatiran publik harus diatasi secara bersama," ujar Lestari dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga:

Ia menilai pencegahan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan pemahaman masyarakat terkait mitigasi dan tindakan awal jika terjadi paparan.

Menurutnya, dengan kesadaran bersama, potensi penyebaran penyakit dapat diminimalisir sejak dini.

Sementara itu, perhatian terhadap hantavirus meningkat setelah WHO melaporkan adanya wabah di kapal pesiar berbendera Belanda MV Hondius yang berlayar dari Argentina. Dalam laporan tersebut, tujuh orang dari 147 penumpang dan awak kapal dilaporkan sakit, dengan tiga orang meninggal dunia.

WHO menyebutkan kemungkinan infeksi terjadi sebelum para penumpang naik ke kapal, meski penularan antarmanusia di kapal tidak dapat dikesampingkan.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan telah mengonfirmasi terdapat 23 kasus hantavirus sejak tahun 2023. Namun, kasus yang ditemukan merupakan jenis ringan atau hemorrhagic fever with renal syndrome dan tidak memiliki tingkat fatalitas tinggi seperti kasus di kapal pesiar tersebut.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyebutkan bahwa jenis hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan kasus yang terjadi di luar negeri.

"Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya ringan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular tersebut, Kementerian Kesehatan juga telah menyiagakan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di seluruh Indonesia.

Menurut Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, BKK berfungsi sebagai garda depan dalam mencegah masuknya penyakit menular dari luar negeri melalui sistem pengawasan ketat di pintu masuk negara.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
WHO Pastikan Tak Ada Kematian Baru akibat Hantavirus, Risiko Penyebaran Global Masih Rendah
Kepala BKKBN Sumut Fatmawati Pamit, Wagub Surya Beri Apresiasi
Puan Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Hantavirus, Ingatkan Jangan Sampai Jadi Wabah Seperti COVID-19
Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Bertambah Jadi 9, WHO Konfirmasi 2 Korban Meninggal
Dinkes Sumut Perkuat Deteksi Dini Hantavirus Meski Belum Ada Kasus
Satu Nyawa Melayang akibat Hantavirus di Kalbar, Ini Gejalanya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru