BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

Trump Perintahkan Militer AS Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Meningkat Tajam

Nurul - Kamis, 23 April 2026 21:55 WIB
Trump Perintahkan Militer AS Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Meningkat Tajam
Presiden AS Donald Trump menunjuk tamu undangan selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 13 Februari 2025. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan perintah tegas kepada Angkatan Laut AS untuk menembak kapal-kapal Iran yang diduga memasang ranjau di kawasan strategis Selat Hormuz. Perintah tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

"Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun, termasuk kapal kecil, yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak boleh ada keraguan," tulis Trump melalui unggahan di media sosial, dikutip Kamis (23/4/2026).

Trump juga menegaskan bahwa operasi militer AS di kawasan tersebut akan ditingkatkan secara signifikan. Ia menyebut kapal-kapal penyapu ranjau militer AS saat ini sedang beroperasi untuk membersihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Juga:

"Selain itu, kapal penyapu ranjau kita sedang membersihkan selat saat ini. Saya perintahkan aktivitas tersebut dilanjutkan, tetapi dengan peningkatan tiga kali lipat," ujarnya.

Pernyataan keras ini memperkuat sikap Washington yang sebelumnya telah menyoroti aktivitas militer Iran di kawasan tersebut. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia yang kerap menjadi titik ketegangan internasional.

Sejumlah laporan intelijen yang dikutip media internasional menyebutkan adanya dugaan penempatan ranjau oleh Iran di sekitar perairan tersebut. Namun pihak Iran sebelumnya membantah sejumlah klaim dan menegaskan akan mempertahankan kepentingan wilayahnya di kawasan strategis itu.

Ketegangan semakin meningkat di tengah upaya negosiasi yang disebut masih berlangsung terkait pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Dalami Dugaan Intervensi dan Aliran Uang ke Sudewo di Kasus Suap Jalur Kereta
Menlu Tegaskan Kapal AS di Selat Malaka Hanya Patroli Rutin, Bukan Ancaman
Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Ini Penjelasan Menlu
Rupiah Tembus Rp17.165 per Dolar AS, Tekanan Geopolitik AS–Iran Membayangi
Harga Plastik Naik, Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Beralih ke Kemasan Kertas dan Aseptik
Ratusan Kapal Terjebak di Selat Hormuz, PBB Siapkan Rencana Evakuasi Darurat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru