BREAKING NEWS
Selasa, 19 Mei 2026

Istana Ungkap Alasan Prabowo Hadiri Paripurna DPR, Bertepatan Kebangkitan Nasional

Dharma - Selasa, 19 Mei 2026 18:15 WIB
Istana Ungkap Alasan Prabowo Hadiri Paripurna DPR, Bertepatan Kebangkitan Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu, 18 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan mengungkap alasan Presiden RI Prabowo Subianto akan menghadiri rapat paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026). Kehadiran Presiden disebut bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, momen tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama Presiden Prabowo untuk hadir langsung dalam agenda kenegaraan di parlemen.

"Kebetulan tanggal 20 Hari Kebangkitan Nasional," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:

Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat persatuan nasional sekaligus menyatukan pandangan dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

"Jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa, terutama dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri rapat paripurna DPR RI untuk menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa membenarkan kehadiran Presiden dalam agenda tersebut. Ia menyebut penyampaian KEM-PPKF oleh Presiden merupakan hal yang jarang terjadi karena biasanya diwakili oleh Menteri Keuangan.

"Ya, rencananya seperti itu. Jadi untuk penyampaian kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal akan disampaikan langsung oleh Presiden," kata Saan.

Kehadiran kepala negara dalam agenda tersebut menjadi sorotan karena dinilai berbeda dari tradisi beberapa tahun terakhir, di mana penyampaian KEM-PPKF umumnya tidak dilakukan langsung oleh Presiden.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru