BREAKING NEWS
Senin, 18 Mei 2026

Rupiah Anjlok, Prabowo Panggil Airlangga hingga Gubernur BI ke Istana

Adelia Syafitri - Senin, 18 Mei 2026 17:24 WIB
Rupiah Anjlok, Prabowo Panggil Airlangga hingga Gubernur BI ke Istana
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Herdi Alif Al Hikam/detik)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026). Pertemuan tersebut memicu spekulasi terkait pembahasan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Diketahui, rupiah pada perdagangan pagi ini kembali melemah hingga menyentuh level Rp17.630 per dolar AS. Nilai tukar rupiah tercatat turun 33 poin atau sekitar 0,19 persen dibanding perdagangan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.

Sejumlah pejabat datang secara bergantian ke kompleks Istana Kepresidenan. Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, hingga Gubernur BI Perry Warjiyo.

Baca Juga:

Saat ditanya mengenai agenda pertemuan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara rinci pembahasan dalam rapat tersebut.

"Wah, belum tahu, saya diundang saja nih. Nanti saja habis meeting baru kita ngomong ya," ujar Purbaya kepada awak media di Istana Kepresidenan.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo juga enggan memberikan komentar terkait kemungkinan pembahasan mengenai pelemahan rupiah. Perry hanya melambaikan tangan kepada wartawan sebelum memasuki area Istana.

Hal serupa juga disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang belum membuka detail agenda rapat bersama Presiden Prabowo.

"Agendanya nanti kita lihat. Yang disiapkan ada di dalam sini," kata Airlangga sambil menunjukkan dokumen yang dibawanya.

Pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi sentimen global, mulai dari meningkatnya risiko inflasi Amerika Serikat, kenaikan harga minyak dunia, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu penguatan dolar AS.

Pelaku pasar kini menanti langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.*

(oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Eka Putra Zakran, Ketum PASU, Ucapkan Selamat Kepada Prabowo dan Gibran Sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029
Prabowo Subianto Yakini Ketiga Pasangan Calon Berjuang Untuk Rakyat
Komitmen Prabowo Subianto untuk Menghormati dan Merangkul dalam Pilpres 2024
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru