BREAKING NEWS
Selasa, 19 Mei 2026

Sawah Rusak Akibat Bencana Mulai Pulih, 2.000 Hektare Lebih Kembali Digarap

Adelia Syafitri - Selasa, 19 Mei 2026 18:20 WIB
Sawah Rusak Akibat Bencana Mulai Pulih, 2.000 Hektare Lebih Kembali Digarap
Pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat. (Foto: Dok. Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat. Dalam waktu kurang dari dua pekan, lebih dari 2.000 hektare sawah berhasil direhabilitasi dan kembali dapat dimanfaatkan oleh petani.

Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 18 Mei 2026, total 6.109 hektare sawah telah berhasil dipulihkan dari target 42.702 hektare lahan terdampak di tiga provinsi tersebut.

Sebelumnya, pada 7 Mei 2026, luas lahan yang berhasil direhabilitasi baru mencapai 4.098 hektare. Artinya, terjadi peningkatan lebih dari 2.000 hektare dalam waktu singkat.

Baca Juga:

Sawah-sawah yang sebelumnya tertutup lumpur akibat banjir kini mulai kembali diolah. Petani juga sudah mulai melakukan penanaman kembali untuk menyambut musim tanam berikutnya.

Proses pemulihan tidak hanya fokus pada pembersihan lahan, tetapi juga perbaikan jaringan irigasi dan optimalisasi area pertanian agar lahan yang telah pulih dapat kembali produktif secara berkelanjutan.

Sumatera Barat tercatat menjadi wilayah dengan progres tertinggi, yakni 3.359 hektare dari total 3.902 hektare lahan terdampak telah pulih. Disusul Aceh dengan 1.532 hektare dari 31.464 hektare, serta Sumatera Utara sebanyak 1.219 hektare dari 7.336 hektare.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyebut pemulihan sawah menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.

"Ini hal urgen. Karena itu, ada anggaran dari kementerian dan lembaga, termasuk untuk irigasi, benih, dan lainnya," ujar Tito.

Pemerintah diketahui mengalokasikan anggaran revitalisasi pertanian dan infrastruktur irigasi sebesar Rp 877,126 miliar untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Nanggroe Panggil Sekda Aceh Bahas Polemik Pergub JKA
Polisi Tangkap Otak Pembobol Mess Polda Aceh di Medan, Uang Curian Dipakai Beli Narkoba
BNN Tangkap Kurir Sabu Jaringan Aceh-Bogor, Libatkan Oknum TNI
Kunjungan ke Polres Langsa, Kapolda Aceh Tekankan Bijak Bermedsos dan Larang Gaya Hidup Hedonis
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Selasa 19 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Kapolda Aceh Tinjau Huntap Polri di Aceh Tamiang, Tekankan Sinergi dengan Masyarakat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru