BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Ilma Sani Mengaku Trauma usai Diduga Diintimidasi, Sempat Dibawa ke Markas GRIB Jaya

Adelia Syafitri - Kamis, 21 Mei 2026 15:52 WIB
Ilma Sani Mengaku Trauma usai Diduga Diintimidasi, Sempat Dibawa ke Markas GRIB Jaya
Ketua GRIB Jaya : Rosario de Marshall alias Hercules saat menggelar kegiatan beberapa waktu lalu. Rencananya ormas GRIB Jaya akan segera dibentuk di Kotim. (Foto: radarsampit.jawapos)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ilma Sani Fitriana, anak penulis Ahmad Bahar, mengaku mengalami trauma setelah diduga mendapat intimidasi dari sejumlah anggota organisasi masyarakat GRIB Jaya beberapa waktu lalu. Bahkan, Ilma disebut sempat dibawa ke markas GRIB Jaya dan bertemu langsung dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal alias Hercules.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Riset dan Advokasi LBH dan Advokasi Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LBH AP PP Muhammadiyah), Gufroni, Kamis (21/5/2026).

"Peristiwa itu menimbulkan traumatik bagi korban. Sekarang beliau sangat takut kalau ada mobil berhenti di depan rumah atau ada orang tidak dikenal datang," ujar Gufroni kepada wartawan.

Baca Juga:

Menurutnya, kondisi psikologis Ilma hingga kini masih terguncang akibat kejadian tersebut. Pihaknya pun berencana mendampingi korban untuk berkonsultasi ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) guna mendapatkan pendampingan psikologis.

"Kami akan konsultasi ke LPSK karena di sana ada layanan konseling psikologis untuk korban," katanya.

Gufroni belum membeberkan secara rinci bentuk dugaan intimidasi yang dialami Ilma. Ia menyebut pihaknya masih menunggu adanya jaminan perlindungan dan keamanan dari pihak terkait sebelum membuka detail kejadian ke publik.

"Ini persoalan sensitif karena korban perempuan. Setelah ada jaminan keamanan, nanti akan kami buka lebih detail," ujarnya.

Kasus ini mencuat setelah rumah Ahmad Bahar didatangi sejumlah anggota GRIB Jaya usai beredarnya narasi kritik terhadap Hercules.

Sementara itu, GRIB Jaya membantah adanya tindakan intimidasi maupun pengerahan massa ke rumah Ahmad Bahar. Organisasi tersebut menyebut hanya lima anggota satgas yang datang untuk meminta klarifikasi secara persuasif.

"Tidak ada pengerahan massa, hanya lima anggota satgas yang datang," kata Kepala Bidang Humas dan Publikasi GRIB Jaya, Marselinus Gual.

Marselinus juga membantah tudingan penyanderaan terhadap Ilma. Menurutnya, proses pertemuan berlangsung terbuka dan disaksikan Ketua RW setempat serta aparat kepolisian.

"Kehadiran Ketua RW dan polisi membuktikan proses berjalan terbuka, kondusif, dan menghormati norma sosial," pungkasnya.*

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Guru Ngaji di Deli Serdang Diintimidasi Usai Bubarkan Transaksi Narkoba, DPR Minta Polisi Beri Perlindungan
Jurnalis Diduga Alami Intimidasi Saat Liput Demo Tolak Pergub JKA di Aceh, Dipaksa Hapus Rekaman hingga Perampasan Alat
TAUD Kritik Keras Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Sebut Jadi ‘Sandiwara Peradilan’
Baleg DPR: Belum Ada Tuntutan Revisi UU Polri, Fokus Utama Saat Ini RUU Perampasan Aset
Andrie Yunus Tolak Hadiri Sidang Penyiraman Air Keras, TAUD Khawatir Ada Intimidasi
Ustaz SAM Kini Diburu Interpol! Polri Ajukan Red Notice usai Jadi Tersangka Pelecehan Santri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru