BREAKING NEWS
Rabu, 27 Mei 2026

Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Blackout Massal di Sumatera hingga Aceh

Adelia Syafitri - Sabtu, 23 Mei 2026 21:47 WIB
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Blackout Massal di Sumatera hingga Aceh
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo didampingi jajaran direksi saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5/2026). (Foto: Dok. PLN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah Sumatera.

Gangguan listrik tersebut terjadi sejak Jumat (22/5/2026) malam dan berdampak pada wilayah Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara hingga Aceh.

"Kami atas nama PT PLN Persero menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera," ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga:

Darmawan menjelaskan, gangguan sistem kelistrikan mulai terjadi sekitar pukul 18.44 WIB. Setelah kejadian itu, PLN langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurutnya, indikasi awal penyebab blackout dipicu gangguan cuaca pada jaringan transmisi 275 KV di ruas Muara Bungo-Sungai Rumbai, Jambi.

Gangguan tersebut membuat sistem transmisi utama keluar dari jaringan kelistrikan Sumatera dan memicu efek domino pada sejumlah pembangkit listrik.

"Gangguan ini berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem kelistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara sampai Aceh," kata Darmawan.

Akibat gangguan itu, sejumlah wilayah mengalami kelebihan pasokan listrik karena beban mendadak hilang, sehingga frekuensi dan tegangan naik dan membuat pembangkit otomatis keluar dari sistem.

Di sisi lain, beberapa daerah justru mengalami defisit daya akibat pembangkit terlepas dari jaringan, yang akhirnya membuat sistem kelistrikan padam secara meluas.

PLN kemudian mengerahkan seluruh tim untuk melakukan asesmen terhadap gardu induk dan jaringan transmisi.

Dalam waktu sekitar dua jam, sistem gardu induk dan transmisi disebut berhasil dipulihkan.

Namun, tantangan berikutnya adalah menghidupkan kembali pembangkit listrik yang padam akibat gangguan tersebut.

PLN menjelaskan proses pemulihan dilakukan bertahap, mulai dari menyalakan pembangkit, menghubungkannya ke sistem transmisi melalui gardu induk, hingga sinkronisasi jaringan kelistrikan.

Darmawan menyebut pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit berbasis gas dapat dipulihkan lebih cepat, yakni sekitar 5 hingga 15 jam.

Sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui proses pemanasan hingga menghasilkan uap sebelum sistem bisa dioperasikan kembali.

"Saat ini sebagian wilayah Sumatera bagian selatan, tengah, hingga utara sudah mulai kembali menyala," ujarnya.

Meski begitu, PLN mengakui pemulihan total sistem kelistrikan Sumatera masih membutuhkan waktu karena sejumlah pembangkit masih dalam proses sinkronisasi jaringan.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harta Dirut PLN Darmawan Prasodjo Tembus Rp110 Miliar di Tengah Sorotan Blackout Sumatera
Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan Wartawan Mitra Strategis Pemerintah Saat Terima Audiensi FWP
Listrik Belum Pulih di Sejumlah Wilayah Sumut, Pemadaman Sudah Lebih 12 Jam
Pemkot Pematangsiantar Siapkan Rp3 Miliar Bangun Gedung Yanma Polda Sumut
Wali Kota Medan dan OJK Bahas Penguatan Pengawasan Keuangan Digital, Soroti Judol di Sumut Tembus Rp1,7 Triliun
Wali Kota Medan Dorong Pesparani Jadi Agenda Tahunan Setara MTQ, Usulkan Festival Lintas Iman
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru