6 Kali Cuma Jadi Runner-up, Akankah John Herdman Akhiri Penantian 3 Dekade Juara Piala AFF?
JAKARTA Timnas Indonesia kembali membawa ambisi besar pada ajang Piala AFF 2026. Skuad Garuda menargetkan gelar juara untuk pertama kali
OLAHRAGA
JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf setelah unggahan konten peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, menuai sorotan publik akibat kesalahan penggunaan lambang negara Garuda Pancasila.
Permintaan maaf tersebut disampaikan BRIN melalui akun resmi media sosial X @brin_indonesia pada Senin (1/6/2026) pukul 17.00 WIB.
Dalam pernyataannya, BRIN mengakui terjadi kekeliruan dalam penayangan konten dan menyebut kejadian itu sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam proses produksi dan distribusi informasi ke publik.Baca Juga:
"BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan. Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang," tulis BRIN dalam pernyataannya.
BRIN juga menyampaikan bahwa konten yang dipermasalahkan telah diperbaiki sebagai bagian dari evaluasi internal.
Lembaga tersebut turut mengapresiasi masukan dan pengawasan publik terhadap setiap produk komunikasi yang mereka terbitkan.
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki. Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN," lanjut pernyataan tersebut.
Sorotan publik muncul setelah dalam unggahan peringatan Hari Lahir Pancasila, BRIN menampilkan lambang Garuda Pancasila yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan resmi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah jumlah helai bulu pada bagian ekor yang tidak sesuai dengan pakem.
Berdasarkan ketentuan yang dijelaskan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), jumlah helai bulu pada Garuda Pancasila memiliki makna filosofis, termasuk delapan helai bulu pada ekor yang melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia, 17 helai bulu pada masing-masing sayap yang merujuk tanggal kemerdekaan, serta kombinasi bulu lainnya yang melambangkan tahun 1945.
Kesalahan tersebut memicu perhatian warganet karena menyangkut simbol negara yang memiliki nilai historis dan ideologis dalam kehidupan berbangsa.*
JAKARTA Timnas Indonesia kembali membawa ambisi besar pada ajang Piala AFF 2026. Skuad Garuda menargetkan gelar juara untuk pertama kali
OLAHRAGA
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) berkolaborasi dengan UPTD Samsa
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara memastikan pecahnya kaca jendela rumah dinas Wakil Bupati Deli Serd
PERISTIWA
MEDAN Tim gabungan masih melanjutkan proses evakuasi korban ledakan yang terjadi di rumah nomor 3B, Komplek Grand Polonia, Kota Medan, S
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menanggapi banjir yang kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Ia meminta Peme
PERISTIWA
LANGKAT Kisah cinta pasangan muda di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang memilih menikah meski berbeda keyakinan, berujung pada pros
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap bahwa kliennya pernah mengajukan pinjaman bank senilai sekitar Rp10 miliar u
ENTERTAINMENT
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Aceh
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung lokasi ledakan yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Poloni
PERISTIWA
MEDAN Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BetulBetul melayangkan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polda Sumatera Utara terhadap PT Pertamina Pat
HUKUM DAN KRIMINAL