BREAKING NEWS
Rabu, 03 Juni 2026

Wacana MBG untuk Siswa Indonesia di Arab Saudi, DPLN PDIP: Mereka Tidak Kekurangan Makanan maupun Gizi

Raman Krisna - Rabu, 03 Juni 2026 07:41 WIB
Wacana MBG untuk Siswa Indonesia di Arab Saudi, DPLN PDIP: Mereka Tidak Kekurangan Makanan maupun Gizi
Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Saudi Arabia, Sharief Rahmat. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JEDDAH – Wacana pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan Sekolah Indonesia Makkah (SIM) memunculkan perdebatan mengenai urgensi dan prioritas penggunaan anggaran.

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebelumnya menyampaikan rencana tersebut saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu malam, 31 Mei 2026.

Program itu disebut akan menyasar sekitar 1.480 siswa di sekolah Indonesia di Arab Saudi.

Baca Juga:

Dadan menyebut gagasan tersebut berangkat dari aspirasi siswa yang ingin merasakan manfaat program MBG seperti yang diterapkan di Indonesia.

Aspirasi itu, menurutnya, diperoleh saat kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah yang menjadi tempat pendidikan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Namun, rencana tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran besar.

Estimasi awal menyebut biaya program MBG di Arab Saudi dapat mencapai lebih dari Rp132 juta per hari, seiring tingginya harga bahan makanan di negara tersebut.

Wacana itu kemudian mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Saudi Arabia, Sharief Rahmat.

Ia mempertanyakan urgensi program tersebut, dengan menyebut kondisi siswa Indonesia di Arab Saudi tidak mengalami masalah gizi.

"Siswa di Sekolah Indonesia Jeddah, Makkah, maupun Riyadh tidak mengalami kekurangan gizi. Warga negara Indonesia di Arab Saudi tidak pernah mengalami kekurangan makanan maupun gizi," ujar Sharief di Jeddah, Senin, 1 Juni 2026.

Sharief menilai program MBG merupakan kebijakan yang baik apabila difokuskan pada kelompok yang benar-benar membutuhkan di dalam negeri.

Ia berpendapat alokasi anggaran tersebut akan lebih berdampak jika diarahkan pada sektor pendidikan, seperti beasiswa bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.

"Bila perlu, biaya pendidikan bagi anak-anak PMI dapat digratiskan karena mereka adalah anak-anak para pahlawan devisa negara," katanya.

Sharief juga menyoroti dasar klaim aspirasi siswa yang disebut disampaikan dalam kunjungan Kepala BGN ke SIJ.

Ia menyebut kunjungan tersebut berlangsung saat masa libur sekolah sehingga kehadiran siswa terbatas.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun kebijakan agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Ia menilai diperlukan kajian lebih komprehensif sebelum program MBG diterapkan di sekolah Indonesia di luar negeri.

Hingga kini, rencana pemberian MBG bagi siswa Sekolah Indonesia di Arab Saudi masih berada dalam tahap penjajakan dan belum ditetapkan sebagai program resmi yang akan segera dijalankan.*


(ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dasco Sebut Nanik Sosok Tepat Pimpin BGN, Aktif Turun Awasi Program MBG
Istana Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Program Makan Bergizi Gratis
DPR Apresiasi Prabowo Reshuffle BGN, Sebut Sesuai Aspirasi Masyarakat
Prabowo Reshuffle BGN, Copot Dadan Hindayana dan Tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Baru
Prabowo Reshuffle BGN, Copot Dadan Hindayana di Tengah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Siapkan Dapur Susu Indonesia, Modal Rp5 Miliar Bisa Pasok 10 Dapur MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru