BREAKING NEWS
Jumat, 26 Juni 2026

Operasi MV Sinar Kudus Jadi Bukti Kapabilitas Maritim Indonesia di Panggung Dunia

gusWedha - Jumat, 26 Juni 2026 14:43 WIB
Operasi MV Sinar Kudus Jadi Bukti Kapabilitas Maritim Indonesia di Panggung Dunia
Brigjen TNI Marinir Dr. Freddy J.H. Pardosi. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTAKeberhasilan Indonesia membebaskan kapal niaga MV Sinar Kudus dari tangan perompak Somalia pada 2011 dinilai menjadi tonggak penting dalam perkembangan strategi maritim nasional. Operasi yang berlangsung ribuan kilometer dari Tanah Air itu disebut tidak hanya berhasil menyelamatkan sandera, tetapi juga membuktikan kemampuan Indonesia memadukan kekuatan militer, diplomasi, hukum internasional, dan kepentingan nasional dalam satu misi terpadu.

Hal tersebut diungkapkan Brigjen TNI Marinir Dr. Freddy J.H. Pardosi, S.E., S.H., M.M. dalam disertasinya pada Program Doktor Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad).

Melalui disertasi berjudul *Strategi Pertempuran Jarak Jauh Angkatan Laut dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP): Studi tentang Operasi Pembebasan MV Sinar Kudus oleh Tentara Nasional Indonesia*, Pardosi mengkaji keberhasilan operasi tersebut sebagai representasi kemampuan Indonesia memproyeksikan kekuatan maritim di kawasan internasional.

Baca Juga:

"Operasi MV Sinar Kudus menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproyeksikan kekuatan maritim jauh di luar kawasan strategisnya. Ini bukan hanya operasi penyelamatan sandera, tetapi juga bukti kehadiran negara dalam melindungi kepentingan nasional di ruang maritim internasional," ujar Freddy, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, selama ini kajian mengenai operasi laut jarak jauh lebih banyak menyoroti negara-negara dengan armada laut berskala global seperti Amerika Serikat, Inggris, maupun negara-negara NATO. Padahal, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia juga memiliki kepentingan besar dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

Freddy menjelaskan, pembajakan MV Sinar Kudus di Laut Arab saat itu dilakukan oleh kelompok perompak Somalia yang memanfaatkan lemahnya pengawasan di wilayah pesisir Afrika Timur. Ancaman tersebut dinilai berbeda dengan konflik militer konvensional karena melibatkan aktor non-negara yang beroperasi di kawasan dengan kompleksitas hukum internasional.

Karena itu, pemerintah memilih pendekatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dengan mengedepankan perpaduan kekuatan militer, diplomasi, intelijen, komunikasi strategis, dan aspek kemanusiaan.

Dalam penelitiannya, Freddy menyebut keberhasilan operasi ditentukan oleh kemampuan Indonesia mengelola tiga dimensi utama, yakni waktu, ruang, dan kekuatan.

Pada aspek waktu, pemerintah dinilai mampu mengambil keputusan secara cepat dengan mengirim unsur TNI Angkatan Laut ke Laut Arab tanpa kehilangan kendali atas perkembangan situasi.

Sementara dari sisi ruang operasi, Indonesia berhasil mengatasi tantangan logistik, sistem komando, hingga koordinasi lintas kementerian meski operasi berlangsung ribuan kilometer dari pangkalan utama TNI AL.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Indonesia mulai memiliki kapasitas ekspedisi maritim yang selama ini identik dengan konsep *blue water navy*, yakni kemampuan mengoperasikan kekuatan laut secara berkelanjutan di wilayah yang jauh dari pangkalan nasional.

Sedangkan pada dimensi kekuatan, seluruh unsur operasi dijalankan secara terukur. Kapal perang, pasukan khusus, dukungan intelijen, hingga proses negosiasi dilakukan secara bersamaan sesuai tujuan politik pemerintah.

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jokowi Lewat Projo: Hormati Proses Hukum, Keaslian Ijazah Akan Dibuktikan di Pengadilan
Projo Tegaskan Agenda Jokowi Keliling Daerah Bukan Persiapan Pilpres 2029
UPZ IKA Unpad Salurkan Daging Domba Premium ke Warga Jatinangor pada Iduladha 1447 H
TNI Resmi Turun Ikut Buru Begal! Kemhan Ungkap Alasannya
Andreas Hugo Soroti Rencana Jokowi Keliling NTT: Bahas Ijazah?
TAUD Laporkan 3 Hakim Militer Kasus Andrie Yunus ke MA, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru