BREAKING NEWS
Jumat, 26 Juni 2026

Prabowo: Hobi Saya Belajar Sejarah, Bangsa Maju karena Elite Mau Bekerja Sama

Dharma - Jumat, 26 Juni 2026 18:22 WIB
Prabowo: Hobi Saya Belajar Sejarah, Bangsa Maju karena Elite Mau Bekerja Sama
Presiden Prabowo Subianto dalam acara Sarasehan Kebangsaan: Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia yang dihadiri sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari PTN maupun PTS di JCC, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengatakan salah satu hobinya adalah mempelajari sejarah.

Menurut dia, banyak pelajaran penting yang dapat dipetik dari perjalanan bangsa-bangsa di dunia, terutama mengenai pentingnya persatuan dan kerja sama di antara para elite negara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Sarasehan Kebangsaan: Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia yang dihadiri sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga:

"Pengalaman kita pasti berbeda. Tetapi, dengan premis tadi, dengan anak Indonesia yang cinta Tanah Airnya, saya kira dalam perbedaan ini, kita harusnya bisa mencari titik-titik kebersamaan," ucap Prabowo.

"Inilah yang saya lihat dari apa yang saya pelajari, karena salah satu hobi saya, passion saya, adalah sejarah," tambah dia.

Prabowo mengatakan, berdasarkan sejarah yang dipelajarinya, negara-negara yang mampu bangkit dan menjadi maju umumnya memiliki para pemimpin atau elite yang dapat bekerja sama demi kepentingan bangsa.

Sebaliknya, negara yang para elitnya terus-menerus terlibat konflik akan sulit berkembang dan tidak mampu mewujudkan seluruh potensi yang dimilikinya.

"Ini sejarah mengajarkan," ujar dia.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung berbagai konflik yang hingga kini masih terjadi di sejumlah kawasan dunia, seperti Ukraina, Gaza, Palestina, Lebanon, Iran, Yaman, Afghanistan, Balochistan, Myanmar, hingga kawasan perbatasan Thailand dan Kamboja.

Menurut Prabowo, berbagai konflik tersebut menjadi pelajaran bahwa sebuah bangsa harus mampu menjaga persatuan agar tidak terjebak dalam konflik berkepanjangan.

"Di tengah ini semua, kuncinya adalah antara lain adalah elite yang tidak bisa kerja sama," pungkas dia.

Acara Sarasehan Kebangsaan tersebut dihadiri sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Presiden Prabowo hadir didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih juga tampak menghadiri acara tersebut, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta sejumlah pejabat lainnya.* (km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Sebut Tahu Pihak Pembiaya Demo, KSP Dudung: Informasi Bisa Benar Adanya
Prabowo: Saya Empat Kali Kalah Pilpres, Tapi Tidak Pernah Mengganggu Pemimpin
Bentrok Warga dan PT Bridgestone di Sergai Dipicu Sengketa Lahan, Polda Sumut Ungkap Kronologinya
Kapolri Juga Mutasi Sejumlah PJU dan 9 Kapolres di Polda Sumut, Ini Daftar Lengkapnya!
Resmi! Padang Lawas Utara Punya Polres Sendiri, AKBP Dhery Fajariandono Jadi Kapolres
Kapolri Tunjuk Brigjen Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh, Gantikan Irjen Marzuki Ali Basyah yang Pensiun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru