BREAKING NEWS
Selasa, 30 Juni 2026

Dulu Menolak, Pendiri Greenpeace Kini Berbalik Dukung Energi Nuklir: Relevankah bagi Masa Depan Bangka Belitung?

gusWedha - Selasa, 30 Juni 2026 07:39 WIB
Dulu Menolak, Pendiri Greenpeace Kini Berbalik Dukung Energi Nuklir: Relevankah bagi Masa Depan Bangka Belitung?
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Setelah meninggalkan Greenpeace pada 1986, Moore aktif menyampaikan pandangannya bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Menurut Moore, tantangan terbesar dunia saat ini bukan hanya menyediakan listrik yang cukup, tetapi juga mengurangi emisi karbon yang menjadi penyebab utama perubahan iklim.

Ia menilai energi nuklir memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar tanpa menghasilkan emisi karbon selama proses pembangkitannya.

"Siapa pun yang melihat kebutuhan energi modern secara realistis akan memahami bahwa energi nuklir harus menjadi bagian penting dari solusi perubahan iklim."

Meski demikian, pandangan Moore tetap menuai perdebatan.

Banyak organisasi lingkungan masih menolak pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir karena mempertimbangkan biaya pembangunan yang tinggi, pengelolaan limbah radioaktif, serta risiko keselamatan apabila terjadi kecelakaan.

Moore berpendapat sebagian penolakan terhadap energi nuklir masih dipengaruhi persepsi yang terbentuk sejak era Perang Dingin.

Menurutnya, banyak orang masih menyamakan senjata nuklir dengan pembangkit listrik tenaga nuklir, padahal keduanya memiliki fungsi, tujuan, dan sistem pengamanan yang berbeda.

Ia juga menilai kemajuan teknologi telah membuat standar keselamatan reaktor jauh lebih baik dibandingkan beberapa dekade lalu.

Peristiwa seperti Three Mile Island, Chernobyl, dan Fukushima, menurutnya, menjadi pelajaran yang mendorong lahirnya sistem keselamatan yang semakin ketat.

Perdebatan mengenai energi nuklir masih berlangsung di berbagai negara.

Namun, kebutuhan akan energi yang bersih, stabil, dan mampu mendukung pertumbuhan industri terus meningkat.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harganas 2026, Wagub Sumut Surya: Ketangguhan Keluarga Jadi Benteng Hadapi Tantangan Global
Bukan Lagi Lipat, Samsung Siapkan Ponsel Gulung yang Bisa Perluas Layar hingga Seukuran Tablet!
iPhone 18 Dikabarkan Bawa RAM 9GB dan Chip A20 2nm, Ini Bocoran Spesifikasinya
Prabowo: Saya Butuh Jumpa dengan Orang-Orang Pintar
Prabowo: Kampus Harus Jadi Tempat Adu Gagasan, Bukan Arena Pertentangan
Prabowo Ingatkan Bahaya AI: Bisa Menjadi Repot bagi Manusia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru