BREAKING NEWS
Rabu, 01 Juli 2026

Ritual Air Kehidupan Sambut Kunjungan PWI di Gunung Padang, Simbol Penghormatan terhadap Alam dan Sejarah

gusWedha - Rabu, 01 Juli 2026 10:19 WIB
Ritual Air Kehidupan Sambut Kunjungan PWI di Gunung Padang, Simbol Penghormatan terhadap Alam dan Sejarah
Rombongan PWI Jaya dan PWI Pusat melakukan tradisi saat mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur pada Senin (29/6/2026) malam. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CIANJUR – Kunjungan rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya dan PWI Pusat ke Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, diwarnai tradisi yang telah lama dijaga masyarakat setempat.

Sebelum maupun sesudah memasuki kawasan situs, para pengunjung dianjurkan singgah di sumber mata air yang dikenal sebagai simbol kehidupan dan penghormatan terhadap alam.

Tradisi tersebut turut dijalani rombongan PWI saat berkunjung ke Gunung Padang pada Senin (29/6/2026) malam.

Baca Juga:

Didampingi Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, para peserta diajak mendatangi sumber mata air yang berada di kawasan situs.

Di lokasi itu, mereka membasuh wajah dan tangan menggunakan air pegunungan yang jernih.

Tradisi ini telah lama dikenal masyarakat sebagai bentuk penghormatan sebelum menikmati nilai sejarah dan budaya yang tersimpan di kawasan Gunung Padang.

Rombongan PWI dipimpin Bendahara PWI Jaya, Dar Edi Yoga.

Turut serta dalam kunjungan tersebut Anrico Pasaribu, Rudolf Simbolon, Raldy Doy, Toni Bramantoro, praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo, Wahyu, serta peserta lainnya yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mempelajari sejarah dan budaya situs megalitikum terbesar di Indonesia itu.

Menurut Nanang Sukmana, prosesi di sumber mata air bukan merupakan kewajiban maupun bagian dari ritual keagamaan tertentu.

Tradisi tersebut lebih dimaknai sebagai simbol penyucian diri, penghormatan terhadap alam, serta ajakan agar setiap pengunjung memasuki kawasan situs dengan hati yang tenang.

"Air menjadi lambang kehidupan. Membasuh diri di sini dimaknai sebagai upaya membersihkan pikiran dan niat sebelum menikmati nilai sejarah dan budaya yang ada di Gunung Padang," jelas Nanang.

Seluruh peserta mengikuti prosesi tersebut dengan khidmat.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gala Dinner Rakernas APEKSI XVIII di Medan Tampilkan Pesona Melayu, Rico Waas Ajak Kota-Kota Bersinergi Bangun Indonesia
Stok Beras RI Cetak Rekor Baru, Bapanas Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Jejak Raja Sisingamangaraja XII di Sionom Hudon, Basis Perjuangan yang Masih Menyimpan Misteri Makam Sang Pahlawan
Jokowi Batal Hadiri Festival Budaya di Lampung Timur, Warga Tolak Sembako: Kami Enggak Butuh Ini, Kami Butuh Jokowi!
PSI Balas Sindiran PDIP soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: Jangan Hina Adat Lampung!
Rundy Hadiyanto Tampil Gemilang, Sabet Juara Turnamen Biliar Antarwartawan SIWO PWI DKI Jakarta 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru