BREAKING NEWS
Jumat, 24 Juli 2026

Bos Baru BGN Dapat 3 Pesan Eks WHO, Program MBG Disorot dari Keamanan hingga Evaluasi

Adelia Syafitri - Jumat, 24 Juli 2026 10:00 WIB
Bos Baru BGN Dapat 3 Pesan Eks WHO, Program MBG Disorot dari Keamanan hingga Evaluasi
Program Makan Bergizi Gratis. (Foto: Dok. bgn)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, memberikan tiga pesan penting kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono. Masukan tersebut disampaikan sebagai langkah memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dikembangkan pemerintah.

Prof Tjandra menilai pergantian kepemimpinan di tubuh BGN menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program, terutama dalam aspek keamanan pangan dan pengawasan distribusi makanan.

Ia mengatakan pemerintah saat ini memiliki sejumlah rencana pengembangan MBG, mulai dari perluasan penerima manfaat hingga mencakup ibu hamil dan ibu menyusui. Selain itu, program juga diarahkan untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca Juga:

"Kita berharap agar rencana-rencana yang sudah dibicarakan ini memang akan diimplementasikan," ujar Prof Tjandra, dikutip Jumat(24/7/2026).

Menurutnya, perluasan program harus dibarengi dengan sistem pengelolaan yang lebih baik agar tujuan utama MBG dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai.

Prof Tjandra juga menyoroti pentingnya evaluasi setelah muncul laporan dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG di Garut. Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah.

"Tentu kita harapkan akan ada lagi perbaikan tata kelola program MBG," katanya.

Tiga Pesan Penting untuk Kepala BGN

1. Keamanan Pangan Harus Menjadi Prioritas

Prof Tjandra meminta BGN menjadikan keamanan makanan sebagai prinsip utama dalam menjalankan MBG. Menurutnya, kualitas makanan tidak boleh dikompromikan karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa makanan yang tidak aman dapat menimbulkan dampak besar terhadap kesehatan sehingga pengawasan harus dilakukan secara ketat.

2. Awasi Rantai Penyediaan Makanan dari Hulu hingga Hilir

Pesan kedua berkaitan dengan pengawasan seluruh proses penyediaan makanan. Menurut Prof Tjandra, pengendalian mutu tidak hanya dilakukan saat makanan berada di dapur penyedia atau sekolah.

Mulai dari produksi bahan pangan, proses penyimpanan, transportasi, pengolahan makanan, distribusi ke sekolah hingga pengelolaan limbah harus mendapatkan perhatian.

Ia menilai seluruh rantai tersebut harus berjalan sesuai standar agar kualitas makanan yang diterima masyarakat tetap terjamin.

3. Evaluasi Program Harus Berbasis Data Ilmiah

Pesan terakhir adalah pentingnya monitoring dan evaluasi secara berkala menggunakan pendekatan ilmiah.

Prof Tjandra menyarankan pemerintah melakukan survei kepuasan kepada penerima manfaat, termasuk siswa, orang tua, guru, dan pihak terkait lainnya.

Selain itu, ia mendorong adanya penelitian jangka panjang untuk melihat dampak MBG terhadap kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kebijakan berbasis bukti ilmiah akan membuat program berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan berbagai masukan tersebut, Prof Tjandra berharap kepemimpinan baru BGN mampu memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.* (d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo: Katanya MBG itu singkatan dari Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Dugaan Pungli Program MBG Simalungun Mencuat, Ini Respons Kejatisu
Wakil Ketua DPRD dan Wakil Bupati Simalungun Diduga Terlibat dalam Dugaan Pemerasan Pengelola SPPG, Bona Uli Rajagukguk Buka Suara
Siapa Pengganti Sudaryono sebagai Wamentan? Mensesneg: Belum Ada Pembahasan
Sudaryono Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus di Program MBG, Oknum Mengaku Kerabat Diminta Dilaporkan
Prabowo ke Sudaryono: Hadapi Masalah BGN, Jangan Pernah Lari dari Persoalan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru