BREAKING NEWS
Sabtu, 25 Juli 2026

Prof. OK Saidin: Saatnya MABMI Satukan Kekuatan Puak Melayu Bangun Ekonomi dan Pendidikan

Azryn Marida - Sabtu, 25 Juli 2026 22:12 WIB
Prof. OK Saidin: Saatnya MABMI Satukan Kekuatan Puak Melayu Bangun Ekonomi dan Pendidikan
Ketua Dewan Adat PB MABMI Drs. T. Ahmad Thala'a menyerahkan Piagam Bintang Kehormatan 30 Tahun kepada Ketua Umum PB MABMI Datuk Seri Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum dan lainnya. (Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum bergelar Datuk Seri Amar Lela Cendekia, mengajak seluruh keluarga besar Melayu untuk memperkuat persatuan dan membangun kemandirian ekonomi serta pendidikan.

Menurutnya, MABMI perlu memobilisasi seluruh potensi Puak Melayu agar mampu mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera.

Ajakan tersebut disampaikan Prof. OK. Saidin saat menyampaikan pidato pada peringatan Milad ke-55 MABMI yang digelar di Balairung kediamannya di Jalan Silangge, Medan.

Baca Juga:


Dalam pidato bertajuk "Merajut Kembali Puing-puing Peradaban Melayu yang Berserak", ia menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi masyarakat Melayu dengan berlandaskan prinsip-prinsip ekonomi Islam.

"Kita harus memobilisasi aset Puak Melayu melalui penguatan sumber ekonomi melalui prinsip Islam. Yakni zakat, infaq dan sodaqoh. Inilah sedikit sisa energi yang kita punyai hari ini," ujarnya.

Menurut OK. Saidin, penguatan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan sektor pendidikan.

Kedua aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kembali peradaban Melayu di tengah perkembangan zaman.

Ia menilai masyarakat Melayu tidak lagi cukup hanya berfokus pada persoalan identitas, tetapi harus mulai membangun kesadaran bersama untuk memperkuat kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.


"Kita jangan lagi disibukkan untuk urusan pengukuhan jati diri yang bersifat individu, mari kita bangun kesadaran kolektif," serunya.

OK. Saidin mengatakan, dalam Anggaran Dasar MABMI telah ditegaskan bahwa Dewan Adat diisi oleh para Sultan sebagai penjaga adat, budaya, dan nilai-nilai Islam.

Karena itu, menurutnya, modernisasi yang terjadi saat ini harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya dan spiritual.


Ia juga mengingatkan pentingnya kembali kepada nilai-nilai dasar masyarakat Melayu agar mampu menghadapi tantangan zaman.

"Jika kita hendak berpegang pada adagium Hang Tuah, "Tak Melayu Hilang di Bumi", maka alternatif yang mungkin bisa kita mulai hari ini adalah kita bangun kembali peradaban Melayu melalui pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat Melayu," tandasnya.

Peringatan Milad ke-55 MABMI berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Dewan Adat, pengurus pusat, pengurus wilayah, pengurus daerah, serta Puan-Puan MABMI. Sejumlah peserta juga mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom.

Dalam rangkaian acara tersebut, PB MABMI memberikan Bintang Kehormatan Sebagai Penghargaan Tanda Jasa Pengabdian kepada 25 pengurus yang dinilai telah mengabdi secara konsisten selama 10 hingga 30 tahun.


Penghargaan tertinggi, yakni Bintang Kehormatan 30 Tahun, diberikan kepada Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum dan H. Syarifuddin Siba, SH, MH. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Adat PB MABMI Sultan Serdang Drs. T. Ahmad Thala'a.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada pengurus dengan masa pengabdian 25 tahun, 20 tahun, dan 15 tahun sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membesarkan organisasi.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan jamuan makan bersama yang diiringi hiburan bernuansa budaya Melayu.

Prof. OK. Saidin berharap semangat Milad ke-55 MABMI menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat Melayu sekaligus membangun peradaban yang lebih maju melalui pendidikan, ekonomi, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan adat istiadat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
30 Persen Penduduk Indonesia Adalah Anak-anak, UGM Ungkap Akses Kesehatan dan Pendidikan Belum Merata
Potensi Kerugian Kuota Internet Hangus Capai Rp613 Triliun, IAW Desak Audit Operator dan Restitusi bagi Pelanggan
Aturan Baru Program Bedah Rumah Segera Terbit, Syarat Penerima Bantuan Akan Dipermudah
Ribuan Demonstran Bersorak! Menteri Pendidikan India Mundur usai Skandal Kebocoran Soal Ujian Rugikan 2 Juta Peserta
KKSU 2026 Resmi Dibuka, Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Tembus Pasar Global dan Tarik Investor
Nommensen Festival 2026: Ketika Hiburan Lebih Diutamakan daripada Pendidikan dan Penelitian
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru