BREAKING NEWS
Selasa, 28 Juli 2026

BMKG Percepat Modifikasi Cuaca usai El Nino Masuk Fase Kuat, Kekeringan dan Karhutla Diwaspadai

Johan - Selasa, 28 Juli 2026 21:20 WIB
BMKG Percepat Modifikasi Cuaca usai El Nino Masuk Fase Kuat, Kekeringan dan Karhutla Diwaspadai
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino kini telah memasuki kategori kuat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi kekeringan, menjaga ketersediaan air di waduk, serta menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan El Nino dinyatakan aktif ketika suhu permukaan laut di wilayah tengah Samudra Pasifik meningkat lebih dari 0,5 derajat Celsius di atas kondisi normal. Berdasarkan pemantauan terbaru, kondisi tersebut kini telah mencapai level kuat sehingga membutuhkan langkah antisipasi yang lebih intensif.

"Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat. Jadi kita perlu mengantisipasi khususnya pada dua hal. Yang pertama terkait kekeringan, dan yang kedua terkait kebakaran hutan dan lahan," kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga:

Untuk mengurangi dampak kekeringan, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta sejumlah pihak swasta mempercepat operasi modifikasi cuaca di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan cadangan air di sejumlah waduk yang menjadi sumber irigasi, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

"Kita punya 240 waduk. Beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih," ujarnya.

Selain menjaga pasokan air, operasi modifikasi cuaca juga difokuskan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut.

BMKG menetapkan enam provinsi sebagai prioritas pelaksanaan operasi tersebut, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Menurut Faisal, penyemaian awan dilakukan secara berkala untuk menjaga kelembapan tanah sehingga tidak mudah terbakar saat musim kemarau.

"Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana, agar dia tidak mudah terbakar. Termasuk kita melakukan di Kepulauan Riau juga untuk modifikasi cuaca, dan juga di Aceh, beberapa tempat secara situasional tergantung situasi dan kondisi," jelasnya.

BMKG mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak El Nino, terutama potensi kekeringan berkepanjangan, berkurangnya ketersediaan air, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gempa Kuat Guncang Jepang, BMKG Pastikan Wilayah Indonesia Tetap Aman
Prabowo Gerak Cepat Antisipasi El Nino, Menteri hingga BMKG Dikumpulkan Bahas Pencegahan Karhutla
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Selasa 28 Juli 2026: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Selasa 28 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Selasa 28 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Selasa 28 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru